SELASA 8 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA---Dalam acara kunjungan kerja masa reses dari Wakil Ketua DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto bertajuk Temu Tani penyerahan bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupaten Gunung kidul, sempat ditanyakan media terkait tertundanya pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI, H.M. Soeharto atau akrab disapa rakyat dengan Pak Harto.

Titiek Soeharto.

Sebelumnya sekitar September 2016 Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa sudah memastikan bahwa November 2016 menjadi waktu penetapan pemberian gelar pahlawan nasional bagi Pak Harto. Akan tetapi perkembangan terakhir justru mengalami penundaan demi memberikan jalan pertama kali bagi Sarwo Edhie Wibowo terlebih dahulu.

Menanggapi dinamika tersebut maka Titiek Soeharto memberikan sebuah pernyataan kuat yang bersahaja.

"Kami tidak terlalu memikirkan proses seremonial seperti itu karena sebagai kepala keluarga maka Pak Harto merupakan panutan dan pahlawan bagi kami keluarganya," ungkap Titiek di Bangsal Sewoko Projo Pendopo Kabupaten Bantul, Senin, 07/11/2016.

Menurut Titiek bagi keluarga yang terpenting bagaimana masyarakat masih merindukan sosok Pak Harto. Setiap kunjungan saya ke berbagai daerah di Indonesia sudah membuktikan hal tersebut. Itulah hal terpenting bagi kami, bukan seremonial," Titiek menegaskan kepada awak media.

Apa yang diucapkan Titiek Soeharto memang terbukti dalam kunjungan beliau ke pasar tradisional Argosari di Wonosari, Gunung kidul, Yogyakarta. Kerumunan massa sekaligus pedagang ketika melihat kehadiran Titiek Soeharto tak mampu dibendung.

Kerumunan massa sekaligus pedagang ketika melihat kehadiran Titiek Soeharto tak mampu dibendung.

Esensinya adalah kehadiran Titiek Soeharto menjadi obat rindu masyarakat setempat akan sosok Pak Harto. Bahkan Titiek sempat tersenyum sambil menghampiri beberapa anggota masyarakat yang meminta foto bersama. Titiek juga menjadi tempat bagi pedagang pasar melepaskan isi hati tentang tidak stabilnya harga bahan pokok selama ini baik akibat cuaca maupun penyebab-penyebab lainnya.

Bahkan saat berpamitan kepada para pedagang pasar tradisional Argosari, Titiek Soeharto sempat dibuat tersenyum dengan komentar beberapa pedagang akibat ketidakstabilan harga beberapa bahan pokok di pasaran.

“Enak jamanku toh? " ucap para pedagang yang disambut senyuman Titiek Soeharto sebelum ia naik keatas becak menuju Bangsal Sewoko Projo. Warga yang bergerombol baru membubarkan diri setelah becak yang ditumpangi Titiek Soeharto menghilang dibalik gerbang utama Bangsal Sewoko Projo.

Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: