RABU 9 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA---Setelah melakukan penyerahan bantuan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bagi 20 Kelompok Wanita Tani (KWT) wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta di Bangsal Sewoko Projo Pendopo Kabupaten Gunung Kidul, maka Wakil ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto melanjutkan kunjungan menuju kawasan Desa wisata Blue Lagoon di Desa Dalem  Widodomartani, Ngemplak, Sleman.

Titiek Soeharto melayani permintaan foto bersama para pedagang di kawasan Desa Wisata Blue Lagoon.

Blue Lagoon atau dulu disebut Tirta Budi adalah kawasan wisata alam berupa pemandian dengan sumber air berasal dari gunung dan mata air alami. Bentuk kolam pemandian yang menyerupai laguna ditambah warna air alami kebiruan membuat pengunjung atau wisatawan baik lokal maupun mancanegara menamakan tempat tersebut Blue Lagoon.


" Melalui media sosial para wisatawan mengidentikkan tempat ini sebagai 'Blue Lagoon' dan hal itu terus beredar dari satu akun ke akun lainnya hingga lama kelamaan tempat ini mendapatkan nama sekaligus identitas baru sebagai Desa wisata Blue Lagoon," demikian Mbak Mamik, seorang tokoh asli masyarakat setempat dan pengelola kerajinan Batik tulis lokal desa Dalem kepada Cendana News.


Titiek Soeharto menyapa para pembatik di rumah batik milik Mbak Mamik.

Pengelolaan Blue Lagoon dilakukan penduduk Desa Dalem secara mandiri dan gotong royong. Kreatifitas masyarakat yang telah turun temurun dilakukan ini akhirnya membawa Wakil ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto untuk datang melihat langsung geliat ekonomi masyarakat disana dalam sebuah acara dialog santai bertajuk 'Sambung Rasa'.

Apa yang dilakukan Titiek Soeharto dengan mengunjungi Blue Lagoon merupakan sebuah hal istimewa karena disaat yang sama ternyata masyarakat disana juga sedang membutuhkan perhatian sekaligus bantuan secara menyeluruh dan berkesinambungan agar terus bertumbuh baik dari segi pengelolaan desa wisata, pertanian, dan perikanan lokal.

Titiek Soeharto meninjau langsung kolam pemandian alami Blue Lagoon

Khusus untuk mengangkat industri pertanian lokal desa Dalem di kawasan wisata Blue Lagoon maka Titiek Soeharto melihat sebuah peluang yang harus segera dikembangkan masyarakat, yakni budi daya bambu dan Rumah Pangan Lestari.

" Saat masuk kesini dengan disambut pasukan Bregodo di depan tadi, saya melewati hamparan tanaman bambu. Itu dapat dikembangkan lebih serius disini," papar Titiek Soeharto dalam acara dialog dengan masyarakat setempat.

Titiek Soeharto kembali memberi pencerahan bahwa industri bambu dapat dikembangkan menjadi beberapa cabang industri kerakyatan seperti pernak-pernik khas Desa Wisata Blue Lagoon serta kerajinan tangan lainnya yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat kedepannya. Ketersediaan lahan tanam yang masih begitu luas di Desa Dalem bisa juga diberdayakan untuk bercocok tanam dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Warga Desa Dalem kawasan Desa Wisata Blue Lagoon antusias menghadiri dialog 'Sambung Rasa' dengan Titiek Soeharto.

" Potensi bapak dan ibu sekalian sudah ada, sekarang tinggal bagaimana saya bersama anda sekalian berjuang membangun tempat ini menjadi bukan sekedar wisata pemandian semata, melainkan menjadi sebuah desa wisata dimana pengunjung dapat menyaksikan keindahan bercocok tanam para penduduknya," lanjut Titiek lagi.

Untuk mengatasi kendala permodalan maka Titiek meminta aparatur desa setempat untuk segera mendaftarkan kelompok-kelompok tani yang ada agar bisa menerima bantuan berupa alat-alat pertanian maupun bantuan dana segar melalui program Rumah Pangan Lestari.

Selain itu, untuk percepatan konsolidasi para petani lokal di sana, maka Titiek Soeharto juga memberikan sebuah solusi pembentukan Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) masyarakat melalui Yayasan Damandiri. Yayasan ini didirikan oleh Presiden kedua RI, H.M. Soeharto pada1996 untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bimbingan industri kreatif maupun keterbatasan modal usaha.

Untuk bisa mendapat bantuan melalui program Rumah Pangan Lestari maupun program pertanian lainnya maka kelompok-kelompok tani harus segera mendaftarkan nama sekaligus badan usaha kelompok tani kepada dinas pertanian setempat. Aparatur desa maupun kader Golkar yang hadir di sini harap membantu warga untuk hal itu.

Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: