SELASA, 8 NOVEMBER 2016

GUNUNG KIDUL --- Dalam Temu Tani Penyerahan Bantuan Program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) binaan BP2KP (Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan) Kabupaten Gunung Kidul, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto prihatin akan kendala ketersediaan air di wilayah Gunung kidul khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Lestari desa Kepek, Wonosari,


Struktur tanah Kabupaten Gunung kidul yang kering berbatu disertai sumber air yang berada 40 meter dibawah permukaan tanah menjadi salah satu faktor yang menyulitkan para petani. Solusi untuk masalah tersebut bisa menggunakan pompa air bertenaga hisap besar akan tetapi tetap membutuhkan teknologi dalam melakukan penggalian sampai ke sumber air yang berada jauh dibawah permukaan tanah.

Fasilitas pelayanan pengadaan air oleh PAM (Perusahaan Air Minum) milik negara belum mampu memenuhi kebutuhan para petani Gunung kidul. Oleh karena itulah dibutuhkan segera teknologi tepat guna untuk melakukan penggalian sumber air sekaligus pompa bertenaga hisap besar.

Semua memerlukan waktu jika memang berbicara mengenai teknologi. Dan cara yang harus ditempuh dalam menyiasati itu adalah memanfaatkan apa yang memang dimiliki masyarakat saat ini yakni program pertanian tepat guna seperti KRPL. Dimana melalui program ini masyarakat juga dibentuk agar bisa mengolah tanah kering berbatu menjadi lebih gembur serta cocok untuk ditanami.

" Tehnik pencampuran tanah sekaligus pengolahan pupuk seperti yang dilakukan KWT Maju Lestari bisa menolong petani untuk sementara waktu menunggu solusi dari kami dalam memecahkan masalah ketersediaan air tersebut," papar Titiek.

Akan tetapi, harus diakui pula bahwa program-program pertanian baik itu pengolahan lahan hingga teknologi bercocok tanam yang telah dikembangkan di Gunung kidul sejak era pemerintahan Presiden kedua RI, H.M. Soeharto hingga sekarang ini khususnya KRPL turut mengubah wajah Gunung kidul perlahan terlihat hijau.

" Perkembangan Gunung kidul dengan program-program pertanian tepat guna sejak dulu hingga sekarang membuat daerah ini perlahan menjadi hijau royo-royo," tambah Titiek.


Selain mengubah wajah Gunung kidul dari kering menjadi hijau secara perlahan, maka program-program pertanian tepat guna seperti Apotik Hidup maupun KRPL dapat membentuk Gunung kidul menjadi daerah penghasil bibit tanaman. Ada hikmah dibalik kekurangan, dan keuletan masyarakat Gunung kidul khususnya anggota KWT di masing-masing desa dalam memanfaatkan setiap program pertanian telah merubah kekurangan tersebut menjadi sebuah kekuatan menuju perubahan besar.

" Nanti dalam Temu Tani di Bangsal Sewoko Projo, Pendopo Kabupaten Gunung kidul akan diserahkan bantuan juga kepada 20 KWT dengan jumlah anggota bervariasi, mulai dari 20 hingga diatas 200 orang. Jadi bayangkan saja ada berapa kepala keluarga yang akan berperan aktif menghijaukan Gunung kidul kedepannya," sambung Titiek lagi.

" KWT Maju Lestari bisa saling berkenalan dan bertukar tehnik pertanian dengan rekan-rekan sesama kelompok tani lainnya disana," pungkasnya.

Titiek Soeharto dan Komisi IV DPR RI tetap berkomitmen melanjutkan usaha mereka dalam melahirkan program-program pertanian tepat guna bagi rakyat, khususnya yang berada di daerah pertanian yang cukup sulit untuk dikembangkan. Kehadiran penyuluh pertanian turut memiliki andil besar menentukan bagaimana para petani bisa menyerap teknologi-teknologi pertanian.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Miechell Koagouw

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: