KAMIS 10 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA---Dalam sesi temu wicara pada acara Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di kawasan hutan mangrove Wana Tirta, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta hari ini 9/11/2016, Wakil ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa rakyat dengan Titiek Soeharto banyak menjadi tempat keluh kesah masyarakat baik dari kelompok tani sektor kehutanan maupun para penyuluh kehutanan.

Titiek Soeharto berfoto dengan beberapa anggota masyarakat pengelola Wana Tirta.
Ada tiga permasalahan masyarakat sekitar hutan mangrove yang ditampung Titiek Soeharto untuk diperjuangkan. Masalah itu antara lain permasalahan pemanfaatan kawasan hutan mangrove sebagai tempat wisata, status dan kepastian nasib para penyuluh kehutanan lepas, dan masalah penanganan sampah di tempat wisata kedepannya.


Untuk pemanfaatan hutan mangrove menjadi kawasan wisata maka Titiek Soeharto mendukung hal tersebut. Namun masyarakat harus tetap menjaga keaslian dan keasrian kawasan Wana Tirta sebagai kawasan hutan mangrove.

Temu wicara dimana Titiek Soeharto menjadi tempat masyarakat menyampaikan keluh kesah.
Status dan nasib penyuluh kehutanan yang belum mendapatkan tempat sebagai Pegawai Negeri Sipil sedianya akan diperjuangkan pada tahapan berikutnya.

"Kami dari Komisi IV DPR RI selalu berjuang khususnya jika menyangkut nasib dan kejelasan status seluruh penyuluh baik pertanian, kehutanan, serta perikanan. Bahkan saya secara pribadi 'angkat topi' bagi penyuluh, karena anda semua adalah pejuang kedaulatan di masing-masing sektor tersebut," ucap Titiek dalam temu wicara.

Terkait penanganan sampah daerah wisata kedepannya, Titiek Soeharto mengajak seluruh warga untuk bersama-sama melakukan edukasi bagi pengunjung tentang betapa penting menjaga kebersihan. Titiek memberikan contoh edukasi dengan membuat tong-tong sampah yang dicat berwarna-warni agar lebih menarik perhatian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

"Penyuluh kehutanan, masyarakat, serta para pengelola Wana Tirta tidak boleh jemu mengedukasi masyarakat tentang betapa penting menjaga kebersihan," pungkas Titiek Soeharto.


Titiek Soeharto  menyerahkan secara simbolis bantuan pemerintah kepada kelompok tani Wana Tirta, Kulon Progo.

Pekerjaan rumah yang didapatkan Titiek Soeharto dalam kunjungan kerja dari hari pertama hingga hari terakhir di Yogyakarta memang terbilang sangat banyak. Hal tersebut merupakan bukti nyata kedekatan Titiek Soeharto dengan rakyat. Dia menjadi tempat rakyat menyampaikan keluh kesah.

Titiek mampu menjawab kepercayaan rakyat sekaligus menjadi tempat dimana rakyat mendapatkan dukungan moril serta solusi pasti disaat yang tepat.

"Saat kembali ke Jakarta, maka hal pertama yang akan saya pertanyakan kepada Kementerian Pertanian saat Rapat Kerja adalah perihal impor cangkul dari Tiongkok yang telah merugikan para pengrajin cangkul di Indonesia," tegas Titiek Soeharto.

Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: