KAMIS 3 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Menjawab tantangan percepatan pembangunan melalui sektor pariwisata lokal saat ini dapat dilakukan lewat berbagai cara. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendapat kesempatan menjadi tempat diadakannya perhelatan rakyat yang dibaluti dengan pergelaran musik jazz skala internasional. Sabtu mendatang, 12 November 2016, bertempat di Bintaro Xchange Mall, Bintaro Jaya  bakal digelar BritAmaX Tangsel Jazz Festival 2016.


Acara yang diadakan selama satu hari tersebut rencananya bakal diisi oleh sederet musisi Jazz papan atas tanah air dan luar negeri seperti Glenn Fredly, Iga Mawarni, Fariz RM, Jeffrey Tahalele, Rio Moreno Latin Combo, Amelia Ong, KSP Band, Alsa Quartet, Tiyo Alibasjah, dan Ginda Bestari.
Pergelaran ini bukan hanya sekedar musik, akan tetapi juga turut menghadirkan bazaar besar dari masakan-masakan tradisional serta pameran produk kreatif dari Masyarakat Industri Kreatif Tangerang Selatan.

" Dukungan Bank BRI dalam Tangerang Jazz Festival (TJF) 2016 kali ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan industri musik sekaligus industri pariwisata di Kota

Tangerang selatan dalam program nasional Pesona Indonesia," ujar Corporate Secretary Bank BRI, Hari Siaga Amijarso dalam acara peluncuran TJF 2016 di Hotel Santika Premiere Bintaro Jaya, Tangerang selatan, kemarin sore (2/11/2016).

Acara peluncuran TJF 2016 sore hingga malam kemarin turut dihadiri oleh Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Promotor Dinni Deniasti Atiek dari Dlyrick Entertainment Production, serta sederet artis Jazz senior tanah air seperti Fariz RM dan Iga Mawarni.

Walikota Tangerang selatan, Airin Rachmi Diany terlihat begitu antusias diselenggarakannya acara tersebut. Menurut Airin  event ini memperkuat posisi tawar Kota Tangerang Selatan sebagai bagian dari kota satelit yang menopang program percepatan pembangunan melalui sektor pariwisata.

" Tidak harus di Jakarta saja pergelaran besar dilakukan, Kota Tangerang selatan juga memiliki kemampuan untuk itu. Justru kami memiliki venue yang tenang untuk dikunjungi oleh keluarga di hari libur, jauh dari hiruk pikuk dan rutinitas kota. Selain itu, acara ini begitu membumi dengan bazaar dan pameran kerajinan tradisional masyarakat Tangerang khususnya Tangerang Selatan," terang Airin.

Pandangan senada juga ditunjukkan oleh promotor Dinni Deniasti Atiek. Selaku promotor, dirinya menyatakan bahwa konsep TJF 2016 yang sudah memasuki penyelenggaraan yang ketiga ini mengusung konsep jazz family agar lebih akrab, hangat, dan memasyarakat.

" Ini akan jadi festival yang cocok bagi keluarga, mengapa demikian? karena kami juga menampilkan sederet musisi jazz cilik sehingga semua anggota keluarga dari anak, remaja, dewasa, sampai kakek-nenek bisa menonton TJF 2016. Sesuai target kami sejak semula bersama pemerintah kota Tangerang selatan dan  BRI sebagai pihak sponsor, maka acara ini akan mampu menyedot 10.000 wisatawan lokal khususnya dari Tangerang selatan dan sebagian wilayah Jakarta," tutur Dinni.


Ajang Rengerasi Musik Jazz


Perhelatan TJF 2016 oleh para musisi selain dijadikan ajang regenerasi musik Jazz dengan tampilnya musisi Jazz cilik, juga dijadikan ajang tribute untuk Christ Kayhatu dan January Christy, dua musisi Jazz kawakan tanah air yang banyak menjadi kiblat para musisi Jazz kenamaan tanah air saat ini.




Lagu-lagu milik Christ Kayhatu dan January Christy akan dibawakan oleh para musisi Jazz seperti Matthew Sayersz, Luanada, Andien Tyas, dan Tiwi Shahkuhaci dengan aransemen khas anak muda.

Musisi senior Fariz RM mengungkapkan ada satu lagi yang layak diangkat ke permukaan yakni sepak terjang pencipta lagu Indonesia Raya, WR.Soepratman. Semasa hidupnya, beliau adalah seorang musisi Jazz dan memiliki grup Jazz yang cukup luar biasa saat masih remaja di kota Makassar.

" Baru-baru ini saya sudah mendapatkan rekaman lagu-lagu dari grup Jazz bentukan WR.Soepratman. Permainan biolanya luar biasa dan lagu-lagunya cukup mencengangkan. Dan setiap konser saya juga kerap membawakan kembali karya-karya lama dengan aransemen berbeda," ujar Fariz RM kepada Cendana New saat ditemui seusai acara peluncuran TJF 2016.

Senada dengan Fariz, maka promotor TJF 2016 Dinni Deniasti Atiek juga memiliki pertimbangan serta keinginan untuk memasukkan nama WR.Soepratman sebagai program acara tribute dalam acara TJF tahun depan.

" Akan kami garap tahun depan," ucap Dinni kepada Cendana News.

Acara TJF 2016 ini juga didukung oleh DSS dalam pengadaan sound system melalui satu panggung utama dengan dua panggung pendamping yang masing-masing dilengkapi daya 60.000 watt. Dan promo ticketing juga mulai digenjot oleh pihak panitia dengan dibantu BRI sebagai sponsor utama.

Foodcourt kuliner tradisional yang nantinya diadakan di TJF 2016 menggunakan sistem pembayaran uang elektronik dari Bank BRI yaitu BRIZZI. Selain itu, bagi pembeli tiket masuk bisa mengakses di situs www.tangseljazz.com, melalui kartu debit BRI, Indomaret, dan langsung mendatangi tiket box di lokasi acara.

Harga tiket sangat ekonomis yakni sebesar Rp100.000. Beragam hadiah menarik bagi para pengunjung juga sudah disiapkan BRI melalui program BritAmaX.

Akses menuju Bintaro Xchange Mall juga dapat ditempuh dengan mudah oleh masyarakat diluar kota Tangerang selatan dengan menggunakan Commuter line. Posisi tempat diadakannya TJF 2016 tersebut berhadapan langsung dengan Stasiun Kereta Jurangmangu.


Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: