RABU 30 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Ribuan warga dari berbagai daerah dan elemen di DI Yogyakarta, juga ratusan personil TNI dan POLRI tumpah ruah di Plasa Monumen Soerangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949, Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta, Rabu (30/11/2016). Mereka menggelar aksi budaya bertajuk Bhineka Tunggal Ika Nusantara Bersatu, guna merawat ke-Indonesiaan berdasarkan Pancasila.

Danrem 072 PMK Yogyakarta dan Kapolda DIY.
Lebih dari 8.000 massa berbagai elemen berasal dari seluruh kabupaten dan kota di DIY, serta TNI dan POLRI seluruh jajaran, mengikuti Aksi Bhineka Tunggal Ika Nusantara Bersatu, bertema “Indonesiaku Untuk Indonesiamu, Indonesia Kita, Bhineka Tunggal Ika, Nusantara Bersatu”, di Plasa Monumen SO 1 Maret 1949.

Diawali dengan kirab yang diikuti oleh puluhan bregodo atau prajurit tradisional, prajurit TNI dari semua unsur dan Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Aksi Bhineka Tunggal Ika memberi kesan tegas akan kebhinekaan dan NKRI yang menjadi harga mati dan akan senantiasa dibela hingga titik darah penghabisan.

Koordinator Umum Aksi Bhineka Tunggal Ika, Widi Hasto Wasana Putra, mengungkapkan, aksi bhineka tunggal ika melibatkan semua elemen dan lintas agama serta TNI dan POLRI tersebut merupakan Gerakan Nusantara Bersatu yang digelar sebagai upaya merawat kebhinekaan, adat istiadat, suku bangsa, agama dan aliran kepercayaan, agar tetap lestari.

"Aksi ini bukan akhir dari gerakan Nusantara bersatu, tetapi hanya titik antara atau pemberhentian sementara untuk kemudian bergerak lagi dalam momentum-momentum berikutnya," jelasnya.

Hasto juga mengatakan, Yogyakarta merupakan kota yang istimewa, khususnya dalam keteladanan patriotisme dan kecintaan kepada tanah air, sehingga pihaknya akan senantiasa mendeklarasikan semboyan keberagaman, Bhineka Tunggal Ika, Konstitusi UUD 1945, dan Pancasila, untuk terus dipertahankan bersama semua masyarakat.

Aksi Bhineka Tunggal Ika begitu terasa istimewa dengan keterlibatakan TNI dan POLRI. dI antara yang hadir, Komandan Resimen Militer (KOREM) 072 Pamungkas, Brigadir Jenderal Fajar Setyawan, Kepala Kepolisian Daerah DIY, Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri, turut dalam Aksi Bhineka Tunggal Ika Nusantara Bersatu dalam satu kendaraan militer jenis Panhard, diiring seluruh peserta kirab dari berbagai elemen dan barisan drum band Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. 

Drum Band Akmil.

Jurnalis: Koko Triarko/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Koko Triarko.
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: