KAMIS, 3 NOVEMBER 2016

MANADO --- Ketua Dewan Pers, Stanley Adi Prasetyo menegaskan, pada Hari Pers Nasional (HPN) 2017 mendatang, akan melakukan tanda tangan kesepakatan (MOU) untuk menolak kekerasan jurnalis, hal ini dilakukan untuk mencegah agar tidak ada lagi kekerasan yang terjadi pada jurnalis saat melakukan peliputan.


Menurut Stanley, Kapolri dan Panglima TNI sudah mengintruksikan kepada jajarannya dari Mabes Polri hingga ke tingkat Polsek dan Koramil hanya akan menerima jurnalis yang dapat menunjukan kartu kompetensinya saat melakukan peliputan, dan jika hal itu tidak dilakukan maka akan ditolak serta tidak dilayani.

Menurut Stanley menjelang Pilkada saat ini agar media tidak menjadi provokator dan jangan "menjual diri" kepada salah satu calon kepala daerah, kalau memang itu berita harus diberitakan sesuai dengan fakta di lapangan, jangan jadikan bahan diskusi atau rubrik itu sebagai berita padahal itu berbayar, ada kode yang harus dicantumkan, kalau itu advertorial harus dicantumkan kode Adv, karena aturan sudah jelas mana iklan mana berita.

"Kalau MOU ini sudah dilaksanakan maka kedepan kita bisa mencegah agar tidak ada kekerasan terhadap jurnalis, sehingga kita bisa mendapatkan lebih banyak media dan jurnalis yang profesional dibandingkan yang abal-abal," ungkapnya.
Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ishak Kusrant
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: