SENIN, 14 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Di tahun 2016 ini  Kementerian Komunikasi Dan Informatika RI menargetkan terbitnya 10.000 Tanda Tangan Digital (TTD), dan di tahun 2017 nanti ditargetkan 1,5 Juta TTD akan terbit seiring dengan diwajibkannya penggunaan TTD dalam setiap transaksi perbankan secara elektronik.


Penggunaan Tanda Tangan Digital (TTD) dipastikan akan menekan jumlah pemalsuan domuken digital. Meski dokumen digital itu disajikan dengan dicetak atau diprint, namun keaslian dokumennya bisa dilacak atau diforensik dari file digitalnya melalui TTD-nya. 

Seiring dengan semakin banyaknya layanan Pemerintah yang harus diberikan kepada masyarakat, terlebih dengan adanya perluasan peran dan fungsi Pemerintahan Desa di era digital, pelayanan dokumen yang terjamin keamanannya akan semakin dibutuhkan.

"Sayangnya, selama ini banyak instansi masih membuat TTD dengan cara scan lalu  diprint. Padahal, bentuk seperti ini mudah dipalsukan sehingga dokumen negara tidak aman", demikian diungkapkan Kepala Sub Direktorat Teknologi Informasi Kemenkominfo RI, Riki Arif Gunawan, di sela seminar dan workhsop TTD di Yogyakarta, Senin (14/11/2016).

Riki menjelaskan, TTD atau Serifikat Digital itu berbentuk digital yang tidak boleh diprint dan bisa diverifikasi. TTD, jelasnya, adalah sebuah file unik yang diberikan kepada setiap pribadi yang kemudian bisa digunakan sebagai tanda identitas dokumen digital. Ketika sebuah dokumen digital itu dibuka, file unik atau TTD tersebut akan menampilkan informasi pemilik dokumen tersebut.

"TTD ini memiliki akurasi yang sangat tinggi. Begitu dokumen PDF berubah satu titik saja, TTD akan hilang. Dengan demikian, keaslian dokumen digital sangat terjamin", ujarnya.

TTD dikeluarkan oleh Lembaga Penyelenggara Sertifikasi Elektronik. Kerahasiaan pengguna dijamin terjaga, karena Penyelenggara Sertifikasi Elektronik hanya memberikan file TTD saja. Sedangkan penggunaannya akan dipasang sendiri oleh penggunanya. TTD berisi nama identitas dan alamat email pengguna atau pemilik TTD.

Riki mengatakan, sementara ini pembuatan TTD tidak dikenakan biaya. Namun, ke depan TTD akan dibuat dalam dua versi yaitu berbayar dan gratis. TTD yang gratis bisa digunakan terbatas, misalnya hanya untuk satu jenis aplikasi saja, sedangkan yang berbayar bisa digunakan untuk semua jenis aplikasi.

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: