RABU, 9 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Tujuh kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masuk kategori berpotensi rawan bencana angin puting beliung. Mmasyarakat yang tinggal di daerah rawan diminta lebih berhati-hati ketika kondisi cuaca sangat tidak memungkinkan. Datangnya angin puting beliung tersebut terkadang datang secara tiba-tiba menghantam rumah penduduk hingga menyebabkan banyak kerugian materi.

Ach. Faruk, Kepala Seksi Logistik Kebencanaan BPBD Kabupaten Sumenep

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ujung timur Pulau Madura ini yang masuk kategori berpotensi rawan bencana angin puting beliung rupanya bukan hanya wilayah daratan saja, melainkan ada juga beberapa kecamatan di kepulauan yang masuk kategori tersebut. 

“Dari tujuh wilayah kecamatan yang berpotensi angin puting beliung diantaranya, lima kecamatan berada diwilayah kepulauan dan dua kecamatan di daratan. Tetapi selama ini kecendrungan angin puting beliung merambah ke wilayah daratan saja, karena beberapa kasus yang terjadi semuanya di wilayah daratan,” kata  Ach. Faruk, Kepala Seksi Logistik Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Rabu (9/11/2016).

Disebutkan, lima kecamatan wilayah kepulauan, yaitu,  Gili Genting, Arjasa, Sapeken, Kangayan dan Gayam. Sedangkan untuk wilayah daratan hanya ada dua kecamatan, yakni, Kalianget dan Batuan.

“Jadi warga sebaiknya selalu waspada jika terjadi hujan disertai angin kencang, kalau perlu berlindung di luar rumah. Sebab pada bulan November ini sudah masuk awal musim hujan yang bisa saja berpotensi menimbulkan terjadinya angin puting beliung,” jelasnya.

Pihaknya juga menyarankan kepada masyarakat apabila jika terjadi bencana angin puting beliung hingga menyebabkan kerusakan, baik rumah maupun pepohonan diminta secepatnya memberitahukan kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: