SABTU, 12 NOVEMBER 2016

MALANG --- Bagi umat muslim yang ingin bermalam di penginapan halal di Kota Malang bisa langsung datang ke UB Guest Houst. Karena di penginapan yang berada di komplek Universitas Brawijaya (UB) tersebut merupakan salah satu penginapan di Malang yang masuk nominator kompetisi Pariwisata Halal tingkat Nasional 2016.


"Jika berbicara mengenai penginapan yang halal, tidak perlu jauh-jauh. Para wisatawan khusus yang beragama Islam cukup datang ke UB Guest House," ucap ketua Halal Thayyib Science Center UB, Ir. Sukoso saat memberikan materi dalam seminar Brawijaya Halal Food Fair, Sabtu (12/11/2016).

Ia menjelaskan, dikatakan halal karena salah satu syarat minimal yang pertama yaitu di setiap lantai harus ada Musholla. Sehingga para tamu muslim yang datang tidak bingung mau shalat dimana.

"Masuk di lantai satu UB Guest House itu lurus mentok ada musholla. Naik ke lantai dua belok kiri juga ada musholla. Ada juga penanda arah kiblat di setiap kamar, sehingga tamu yang masuk kamar tidak bingung lagi arah kiblat dimana?" jelasnya.

Selain itu di penginapan milik UB tersebut juga disediakan mukena, sarung, sajadah dan Al-Qur'an. Untuk mukena, setiap dua hari sekali harus diambil dan diganti karena biasanya akan tumbuh jamur disebabkan basah terkena air wudhu.

"Saya instruksikan maksimal dua hari sekali mukena harus diganti karena biasanya kalau basah terkena air wudhu akan tumbuh jamur dan baunya tidak sedap," ucapnya. 

Ia menambahkan, hal tersebut perlu dilakukan karena Islam tidak mengajarkan kita untuk jadi bangsa yang kotor, tetapi Islam mengajarkan kita harus bersih, rapi dan sehat.

Lebih lanjut ia juga meyampaikan bahwa jangan kaget jika masuk ke UB Guest House yang ditanyakan adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Bagi yang datang berpasangan yang harus di cek di KTP tersebut adalah alamatnya sama atau tidak. Baru setelah itu ditanyakan apakah mereka suami istri atau bukan. Dan itu sudah menjadi bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) di tempat tersebut," ungkapnya.


Kalau tidak ada SOP seperti itu kita akan malu jika di kampus ini sampai ada hotel yang menyediakan tempat 'esek-esek' yang pada akhirnya akan muncul istilah yang melecehkan yaitu "ayam kampus".

"Kampus adalah pertahanan terakhir moralitas bangsa, oleh karena itu harus benar-benar dijaga,"ucapnya.

Sementara itu Sukoso juga mengatakan bahwa tidak hanya karena ada hotel UB Guest House semata sehingga kampus UB menjadi rujukan nasional Halal dan Thayyib, tetapi karena di kampus ini memiliki kantin Halalan Thayyiban yang juga masuk dalam nominator kompetisi tersebut.

"Tanpa saya dampingi tim dari Kementerian Agama datang sendiri untuk mensurvei dan melihat kantin tersebut. Bahkan mereka juga mengatakan, kami saja yang di Kementerian Agama belum memiliki kantin berstandar Halal Thayyib seperti ini," pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: