MINGGU, 20 NOVEMBER 2016

LOMBOK --- Salah satu hasil kerajinan khas Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terkenal sampai mancanegara adalah hasil kerajinan tenun dengan berbagai bentuk dan motif unik yang sangat memukau.

Ribuan pengerajin kain tenun lombok di acara vestival nyesek beberapa waktu lalu
Desa Sukarare, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) merupakan salah satu daerah penghasil kain tenun terbesar di NTB dan banyak dikenal wisatawan mancanegara maupun wisaatawan nusantara dan dipasarkan sampai luar NTB, dengan kualitas bagus.

Bagi wisatawan, Desa wisata Sukarare memang sudah tidak asing lagi sebagai sentra kerajinan kain tenun di Lombok, tidak heran setiap Wisman atau Wisnu yang datang berlibur ke Lombok, rasanya kurang lengkap kalau belum mendatangai Desa Sukarare, berburu kain tenun.

Kelebihan datang dan berkunjung ke Desa Sukarare, selain bisa. Berwisata, bagi wisatawan yang hendak membeli kain tenun juga bisa mendapatkannya dengan harga murah dengan kualitas dan keaslian kain tenun bisa lebih terjamin.

Yang unik, ada awik - awik masyarakat setempat, bahwa setiap gadis tidak boleh menikah sebelum bisa menenun dan menghasilkan tiga jenis kain tenun untuk suami, mertua dan dirinya sendiri untuk digunakan saat pesta pernikahan.

"Di Desa Sukarare, seorang gadis, tidak sembarangan bisa langsung merariq (menikah), kalau awik - awik yang dipersyaratkan menghasilkan tiga jenis kain tersebut belum dipenuhi," kata Murni salah satu pengerajin kain tenun Desa Sukarare, Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Minggu (20/11/2016).

Ketentuan tersebut sudah berlangsung sejak lama dan diwariskan nenek moyang secara turun temurun hingga sekarang. Bahkan anak perempuan Desa Sukarare telah diajarkan nyesek (menenun) kain sejak masih berusia delapan tahun, sepulang dari sekolah.

Haerani, Gadis Desa Sukarare mengatakan, pendidikan menenun yang diberikan kepada anak perempuan sejak kecil, tidak heran menjadikan hampir sebagaian anak perempuan terampil menghasilkan kerajinan kain tenun dengan berbagai bentuk dan motif yang diambil dari nilai - nilai kearifan lokal masyarakat suku Sasak Lombok.

"Gadis - gadis Desa Sukarare, tidak ada yang menganggur dan meski masih sekolah atau kuliah, semua sudah bekerja, bisa mandiri dan menghasilkan uang dari kerajinan kain tenun," tutupnya.

Nah bagi anda yang mungkin merasa penasaran melihat secara langsung bagaiman terampilnya perempuan Desa Sukarare Lombok mengasilkan kerajinan kain tenun, tidak ada salahnya kalau datang berlibur ke Lombok menyempatkan diri mampir, karena lokasi yang jug berada di pinggiran jalan baypas Lombok Internasional Irpot (LIA) menuju Kota Mataram.

Dimana Saat masuk Desa Sukarare wisatawan akan dimanjakan dengan deretan puluhan gerai yang menjual dan menjajakan beragam jenis, motif dan mentuk kain tenun hasil tangan - tangan indah dan terampil perempuan Suku Sasak Lombok.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: