SENIN, 21 NOVEMBER 2016
MALANG---Jika biasanya kaleng bekas minuman hanya dibuang begitu saja ke dalam tempat sampah, namun di tangan kreatif mahasiswa dan dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) limbah kaleng bekas tersebut justru dimanfaatkan untuk membuat rangka sepeda.

"Untuk membuat satu unit rangka sepeda ini dibutuhkan lima kilogram kaleng bekas minuman," ujar Sukron, salah satu mahasiswa teknik mesin Unsyiah saat mengikuti acara Expo Kemahasiswaan Indonesia di Universitas Brawijaya, Jumat (18/11/2016). Hal tersebut juga memiliki arti bahwa dengan membuat satu unit kerangka sepeda, kita bisa menyelamatkan lingkungan dari sampah alumunium sebanyak lima kilo.

Sukron, penemu kreasi sepeda berbahan kaleng bekas.

Untuk proses pembuatannya sendiri dilakukan dengan cara semua bahan berupa kaleng bekas dilebur dengan titik lebur 660 derajat untuk alumunium. Kemudian setelah suhu mencapai 700 derajat lebih dilakukan pengecoran. Setelah itu baru dilakukan pencetakan, urainya.

"Keunggulan dari sepeda ini adalah tanpa pengelasan dan sanggup menahan beban hingga 140 kg. Selain itu, sepeda ini juga sudah mendapatkan hak paten," ucapnya.

Disebutkan, untuk harganya sendiri berkisar antara Rp 1,5-2 juta, tergantung aksesoris sepeda yang digunakan.

Sukron dan sepeda inovatif kebanggaannya.

"Kemarin sebenarnya sudah ada pemesanan dua ribu unit tapi mereka minta harga dibawah Rp1,5 juta. Dengan harga segitu kita juga kesulitan di spare part-nya," ucapnya.

Selain sepeda, kemungkinan untuk ke depannya ia juga akan membuat komponen motor dari alumunium dan produk-produk lainnya yang tentunya ramah lingkungan.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: