KAMIS, 24 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kabupaten Sleman mengintensifkan berbagai kegiatan penguatan wawasan kebangsaan, guna menangkal berbagai isu perpecahan yang saat ini dirasa kian marak. Terlebih dengan adanya rencana aksi unjukrasa lanjutan terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Jakarta nonaktif Ahok.

Ardani, Kepala Kantor Kesbang Sleman
Tak dipungkiri, rencana unjukrasa lanjutan terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, sedikitnya menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak. Selain dinilai tak lagi urgen karena Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka, rencana unjukrasa lanjutan atau Jilid III dengan jumlah massa yang banyak dikhawatirkan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Di tingkat daerah, rencana unjukrasa Jilid III juga menjadi perhatian bagi Kantor Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman. Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/11/2016), Kepala Kantor Kesbang Sleman, Ardani mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan terkait adanya rencana aksi unjukrasa Jilid III tersebut, utamanya terkait dengan pengerahan massa ke Jakarta.

Kendati tak ada yang bisa melarang rencana aksi unjukrasa tersebut, namun Ardani mengingatkan, jika saat ini telah ada imbauan dari PP Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) yang menyatakan agar masyarakat lebih baik mengawal proses hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Unjukrasa lanjutan dianggap tidak urgen lagi, karena kasus Ahok tersebut telah berada di ranah hukum.

Selain itu, lanjut Ardani, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan menggelar forum silaturahmi bersama melibatkan semua unsur muspida, tokoh agama dan masyarakat, tokoh adat atau etnis, dalam rangka meningkatkan dan memperkuat rasa persaudaraan.

Sementara itu, terkait adanya isu atau ancaman perpecahan sebagaimana saat ini yang dirasa kian marak, Ardani mengatakan, jika selama ini pihaknya secara rutin dan berkala telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Misalnya, dengan berbagai acara dialog terkait pembauran bangsa, yang dirasa sangat penting, mengingkat masyarakat Indonesia yang majemuk.

"Pada prinsipnya kami memiliki fungsi cipta kondisi yang kondusif, melibatkan semua unsur dan elemen masyarakat. Selama ini pun, kami juga telah melakukan berbagai forum kerjasama dalam rangka sosialisasi lima agama dan Pancasila di 17 kecamatan di Sleman," jelasnya.

Selain berbagai program penguatan wawasan kebangsaan, Ardani mengungkapkan, jika Kantor Kesbang Sleman juga memiliki satuan deteksi dini yang bertugas memantau adanya gejala-gejala perpecahan atau lunturnya wawasan kebangsaan.

"Tim deteksi dini terdiri dari unsur komunitas intelijen daerah baik dari POLRI maupun TNI dan Kejaksaan. Di tingkat masyarakat, juga ada forum deteksi dini masyarakat yang bertujuan mencegah terjadinya penggerusan wawasan kebangsaan," pungkasnya. 
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: