RABU 23 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- Guna mendukung kebijakan pemerintah Indonesia tentang harga Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga se-Nusantara, Bank Indonesia Provinsi Papua sedang mempersiapkan Uang Pecahan Kecil (UPK). Langkah ini sebagai bentuk kepedulian dengan diadakannya pengembalian uang kecil dalam transaksi penjualan BBM tersebut ke 18 kabupaten dan satu kota.

Suasana penjualan BBM pada SBBU 84,991 di Kota Jayapura.

Adi Purwantoro selaku Asisten Direktur Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Papua mengatakan dukungan tersebut masuk dalam program yang telah disusun dan tengah dilaksanakan selama bulan ini hingga bulan depan, di mana total keseluruhan uang receh tersebut sebanyak Rp 15 miliar lebih.

 “Jangka waktu dari bulan November 2016 sampai dengan akhir tahun, ini dalam rangka mendukung kebijakan BBM 1 harga,” kata Purwantoro, Selasa (22/11/2016).

Dari 19 Kabupaten yang terdaftar, dikatakannya terdapat dua kabupaten yang telah melakukan kas keliling yakni Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Yahukimo. Sedangkan, menurutnya sisanya dalam waktu dekat akan dilaksanakan kas keliling.

 “Sebanyak 17 kabupaten akan segera dilaksanakan kas keliling, dalam jangka waktu mulai dari bulan November sampai dengan akhir tahun ini,” ujarnya.

Pihak Bank Indonesia berkomitmen untuk melakukan distribusi uang kecil ke seluruh Kabupaten/Kota wilayah provinsi Papua termasuk ke daerah-daerah pegunungan tengah. “Jadi nantinya apabila masyarakat membeli BBM sebanyak 1 liter, maka SPBU dapat memberikan uang kembalian sesuai dengan nominal yang seharusnya hingga pecahan lima puluh rupiah,” katanya.

Pecahan yang tengah dalam proses drop melalui jalur laut, sungai, darat dan udara ke 19 kabupaten dan kota dengan jumlah keseluruhan senilai lebih dari 15 miliar rupiah yang terdiri dari sembilan pecahan uang receh yakni Rp20 ribu rupiah, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, seribu, Rp500, Rp200, seratus rupiah dan pecahan terkecil lima puluh rupiah.

Sebelumnya, Selasa (18/10/2016) Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memberlakukan satu harga BBM se-Nusantara saat mengunjungi Kabupaten Yahukimo, Papua. “Di Jawa kan sudah untung, kalau di Papua merugi maka bisa dilakukan subdidi silang,” kata Jokowi.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T.Hatta
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: