SELASA, 22 NOVEMBER 2016
MAUMERE---Pembangunan kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere yang sedang dilaksanakan hendaknya bisa selesai sesuai jadwal dan kualitas bangunannya pun sesuai perencanaan.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga,SP, saat peletakan batu pertama pembangunan kantor Bupati Sikka, Selasa (22/11/2016).

Dikatakan Rafael, dirinya mempunyai pengalaman dua kali sebagai Ketua DPRD Sikka ikut hadir melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere dan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Namun usai peletakan batu pertama pengerjaan tiang pancang pembangunannya terbengkelai dan sampai sekarang tidak dilanjutkan,” tuturnya.


Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubiem Pareira, SVD sedang memberkati batu yang dipakai untuk membangun gedung kantor Bupati Sikka.

Rafael berharap agar pembangunan kantor Bupati Sikka harus bisa sampai selesai karena pembangunannya menggunakan dana APBD yang dianggarkan dua tahun berturut-turut tahun 2016 dan 2017.

Sementara itu, Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera mengatakan, pembangunana kantor ini seharusnya menggunakan dana Rp 43 miliar, namun ternyata dananya terbatas.

Dengan demikian, sambungnya, hanya dianggarkan Rp 29 miliar untuk pembangunan 2 blok dengan 3 lantai dan nanti 2018 akan dianggarkan lagi untuk pembangunan satu blok lainnya.

“Kantor ini khusus untuk bupati, wakil bupati, asisten dan bagian-bagian  sementara satuan kerja perangkat daerah berkantor di kantornya masing-masing,” terangnya.

Namun Ansar menambahkan, Pemda Sikka merencanakan ke depan semua kantor SKPD berada dalam kawasan ini. Sesuai dengan perencanaan, pembangunan kantor bupati ini akan selesai akhir November 2017 dan ini juga sudah disanggupi oleh kontraktor pelaksana.


Peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor Bupati Sikka oleh Bupati Sikka dan pejabat lainnya.
Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Kherubiem Pareira, SVD dalam sambutannya mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan gedung ini dengan ritualnya sebagai simbol kepercayaan iman kita kepada Allah.

Dengan ritual agama ini, kata Uskup Kherubiem, kita memohon agar Allah menjaga dan memelihara supaya selama proses pembangunan semuanya bisa berjalan dengan baik. Kita serahkan semuanya itu kepada Allah sebab Dia yang mengatur segalanya.

Stefanus Taollin selaku direktur PT. Palapa Kupang Sentosa dan Darmawan Bimo selaku set manajer menjamin proses pembangunan akan selesai tepat waktu. Saat ini saja pembangunannya sudah mencapai 8,2 persen.

“Tenaga kerjanya kami rekrut dari masyarakat lokal. Sementara hanya tenaga ahli yang didatangkan dari Jawa. Ini dimaksudkan agar ada transfer ilmu dan pekerja lokal bisa belajar dari pengalaman,” pungkas Bimo.

Disaksikan Cendana News, sebelum peletakan batu pertama, Uskup Maumere memimpin doa dan memberkati batu serta semua lokasi proyek. Peletakan batu pertama dilakukan Uskup Maumere, Bupati Sikka dan Ketua DPRD Sikka.

Selain itu, Ketua MUI Sikka, H.Abdul Rasyid Wahab, perwakilan dari umat Hindu dan Protestan serta Danlanal Maumere, Kolonel Marinir Firman Johan, Kapolres Sikka AKBP I Made Kusuma Jaya, Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. Abdullah Jamali, Kajari Maumere Martiul, SH serta Ketua Pengadilan Negeri Maumere Supardi, SH, ikut meletakkan batu pertama.

Turut hadir semua kepala dinas, kepala badan serta Camat Alok Timur, para lurah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Pembangunan kantor bupati dilaksanakan oleh PT. Palapa Kupang Sentosa dan konsultan pengawas PT. Desakon.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

  



Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: