SELASA 9 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Sekertaris Jenderal (Sekjend) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Amijaya beserta empat kader HMI lainnya ditangkap kepolisian Selasa (8/11) dini hari. Penangkapan tersebut, dilakukan di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No 25 A, Jakarta Selatan.

 
Wakil Bendahara Umum PB HMI, Tegar Putuhena

Wakil Bendahara Umum PB HMI, Tegar Putuhena menilai tindakan polisi yang menjemput paksa Kader HMI, sudah seperti PKI.

“Ini sudah kayak zaman PKI Saja. Operasinya tengah malam. Alamat PB HMI kan jelas, mestinya pagi atau siang kan bisa,” kata Tegar dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Menurutnya, saat penangkapan sejumlah pengurus PB HMI, sempat bersitegang dengan petugas kepolisian. Sebab, kata dia, tindakan aparat telah menginjak-injak simbol dan harga diri organisasi.
Untuk diketahui, perihal penangkapan kader HMI tersebut, diduga terkait dengan 'Aksi Bela Islam' 4 November 2016 lalu yang berujung ricuh.

Padahal, PB HMI sudah berkali-kali membantahnya. Bantahan ini juga diperkuat oleh organisasi lainnya seperti Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI).

"Kita lagi menyiapkan tim hukum agar bisa mendampingi mereka," cetus Tegar dengan tegar.

Jurnalis :  Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: