SENIN, 21 NOVEMBER 2016
SUMBAWA BARAT---Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai sekarang menjadi salah satu daerah penopang swasembada pangan nasional, khususnya beras dan jagung yang dihasilkan masyarakat dari sektor pertanian. Berkat sumbangsih dan jasa petani pula, pertumbuhan ekonomi NTB dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan sektor tambang.

"Berkat jasa para petani pula, jutaan masyarakat Indonesia, khususnya di NTB masih bisa hidup, karena itulah sudah sepantasnyalah, rasa bangga dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada petani kita sampaikan atas jasanya bisa terus menghasilkan tanaman pangan," kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Senin (21/11/2016)

Ia mengatakan, dengan keberlimpahan hasil swasembada pangan yang dihasilkan petani NTB, sudah seharusnya rasa syukur dan bangga dirasakan semua masyarakat. Karena NTB termasuk daerah yang produktif dalam bidang pangan dan mandiri dalam pemenuhan kecukupan pangan.



Wagub NTB, Muhammad Amin, jaket hitam saat melihat hasil olahan pertanian.

Amin mengatakan, hal tersebut juga telah berimplikasi pada partisipasi aktif segenap unsur masyarakat untuk berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan.

"Alhamdulillah, bahwa kita sudah surplus terutama produksi pangan kita seperti gabah sudah mencapai 2,5 juta ton per tahun, jagung 950 ribu ton. Nah, ini sudah surplus untuk kebutuhan daerah kita," ungkapnya bangga.

Sementara itu, menurut Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Musyafirin, diselenggarakannya peringatan hari pangan sedunia tingkat Provinsi NTB di KSB sekaligus menjadi kado ulang tahun KSB, yang akan berlangsung dari tanggal 20-22 November 2016.

"Saya mengajak masyarakat NTB, khususnya masyarakat KSB untup tetap bangga dan mengajak masyarakat mempertahankan prestasi KSB sebagai daerah penghasil jagung nasional," kata Muhammad Amin.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: