SELASA 8 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Hari ini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memanggil dan memeriksa Wali Kota Madiun, Jawa Timur, sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait dengan proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang belakangan diketahui menghabiskan anggaran sebesar 76 miliar Rupiah.
 
Kabiro PLH Humas KPK Yuyuk Andriati.
Pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, hingga pukul 12:00 WIB, tersangka Bambang Irianto masih berada di dalam Gedung KPK yang berasa di Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut informasi yang berhasil dihimpun Cendana News, Bambang Irianto tampak terlihat datang ke Gedung KPK sekitar pukul 10:15 WIB.


Sebelumnya diberitakan, penyidik KPK telah menetapkan Wali Kota Madiun Bambang Irianto sebagai tersangka terkait dengan dugaan melakukan Tipikor dalam proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM). Penyidik KPK mengaku telah mengantongi bukti-bukti yang cukup saat melakukan penggeledahan di rumah kediaman pribadi Bambang Irianto di Jalan Jawa Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur.

Selain itu penyidik KPK diketahui juga melakukan penggeledahan di ruang kerja dan rumah dinas Wali Kota Madiun di Jalan Pahlawan, Kota Madiun, kemudian juga menggeledah  ruangan kerja Kantor Wali Kota Madiun, selanjutnya Kantor PT. Cahaya Terang Satata di Jalan Jawa, Kartoharjo, Kota Madiun dan Kantor PT. Lince Romauli Raya yang terletak di kawasan Jakarta Utara.

Dalam penggeledahan tersebut penyidik KPK berhasil mengamankan beberapa dokumen-dokumen penting terkait dengan pembangunan proyek Pasar Besar Madiun (PBM). Dengan mengantongi minimal dua alat bukti, maka penyidik KPK tak lama kemudian langsung menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka. Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga detik ini Bambang Irianto belum ditahan oleh penyidik KPK.

 "Penyidik KPK mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Wali Kota Madiun Bambang Irianto yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM), Bambang Irianto datang memenuhi panggilan penyidik KPK pada sekitar pukul 10:15 WIB, saat ini Bambang Irianto sedang menjalani pemeriksaan penyidik KPK terkait dengan pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang menghabiskan anggaran sekitar 76 miliar Rupiah"  Yuyuk Andriati.PLH Kabiro Humas KPK  ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa siang (8/11/2016).

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: