JUMAT, 11 NOVEMBER 2016

MALANG --- Menanggapi adanya tuntutan dari para pedagang yang ingin agar pasar Merjosari dijadikan pasar tetap, Walikota Malang Mochammad Anton mengaku akan menampung semua permintaan dari pedagang dan berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

Mochammad Anton
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya dalam aturan perjanjian kerja sama (PKS) yang ada memang pasar penampungan sementara Merjosari ini dalam rangka menunggu pembangunan pasar Dinoyo selesai dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama. Tetapi kalau memang kemauan pedagang seperti itu ingin agar pasar Merjosari menjadi pasar Tradisional, maka akan kita lakukan kajian dengan beberapa pihak mengenai bagaimana dengan pasar Dinoyo yang sudah menjadi kesepakatan sebelumnya. Lalu bagaimana cara merubah RT RW-nya.

"Kenapa dulu tidak sekaligus saja diberikan SK bahwa pasar tradisional Dinoyo pindah ke Merjosari,"ujarnya di Malang, Jumat (11/11/2016).

"Inilah kenapa saya katakan bahwa akan kita lakukan tapi sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. Karena hal ini juga akan merubah RT RW-nya dimana seharusnya di lokasi tersebut RT RW-nya sekarang adalah untuk pemukiman,"sambungnya.

Hal tersebut juga diamini Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menampung apa yang menjadi permintaan dari para pedagang dan akan segera diselesaikan sesuai dengan aturan yang ada.


"Penyelesaian tetap harus sesuai dengan aturan yang ada. Tidak bisa tiba-tiba kita perbolehkan mereka untuk memakai, tetap harus ada prosedurnya,"jelasnya.

Nanti kita juga akan diskusikan lagi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang lainnya, karena sebenarnya disana nantinya akan dibangun rumah susun sederhana sewa (RUSUNAWA).

"Jadi tidak hanya kepentingan pedagang saja yang kita perhatikan, tetapi kepentingan masyarakat yang lainnya juga harus diperhatikan," pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: