RABU, 23 NOVEMBER 2016

NGANJUK--- Di tangan kreatif lelaki yang akrab disapa Wardoyo, limbah plastik dari bungkus sachet minuman bisa disulap menjadi tas yang cantik. Bermodal ketekunan, bersama sang istri, Nur Khasanah, lelaki yang tinggal di Dusun sluwur, Desa Sudimoroharjo, Kecamatan Wilangan, Nganjuk ini memulai usaha di bidang industri kreatif.

Tas cantik dari limbah plastik
Ia pun memberikan sedikit rahasianya kepada Cendana News saat ditemui di tempat menggelar tas karyanya, tepatnya di halaman masjid Mambaul Huda, bapak dua anak ini menerangkan cara membuat tas cantik dari limbah plastik. 

Dijelaskan, limbah plastik sachet minuman dikumpulkan terlebih dahulu kemudian dibersihkan. Selanjutnya, dikeringkan di bawah terik matahari. Setelah kering, limbah bungkus plastik sachet minuman dipotong dengan perbandingan panjang : lebar yakni 4:1.

Setelah itu, potongan-potongan yang sudah ada tersebut dianyam sesuai keinginan. Untuk membuat satu tas kondangan berukuran besar kurang lebih dibutuhkan 270 bungkus sachet minuman. Sedangkan untuk membuat tas kecil dibutuhkan 145 bungkus sachet minuman.

Soal pemasaran, Wardoyo mengandalkan media sosial seperti facebook. Dan usahanya ini di facebook dapat ditemui dengan nama 'Maswar servis bocahsluwur.' 

Wardoyo mengaku, dalam sehari ia dapat menjual dua buah tas. Harganya pun cukup terjangkau yakni ia bandrol mulai Rp. 10.000 hingga Rp. 50.000. 

"Itu pun kadang masih ditawar juga,"sebutnya kepada cendana news, Rabu (23/11/2016).

Selain aktif berperan mengurangi sampah plastik, Wardoyo dan Istrinya juga aktif memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK dan guru TK. 

"Pernah kita disuruh memberikan pelatihan oleh pihak PNPM kepada ibu-ibu PKK dan guru TK yang jumlahnya mencapai 150 peserta," jelasnya.


Di samping itu, lelaki yang juga melayani jasa servis elektro keliling ini berharap ada perhatian khusus dari pemerintah. 

"Harapannya ada perhatianlah dari pemerintah untuk industri kreatif seperti ini. Dampaknya kan positif. Bisa mengurangi sampah plastik dan melatih masyarakat untuk bisa menciptakan lapangan kerja sendiri," tandasnya.
Jurnalis : Nanang WP / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Nanang WP
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: