KAMIS 17 NOVEMBER 2016


YOGYAKARTA --- Pasca dilaporkan atas dugaan tindak kekerasan pada anak di bawah umur, situasi rumah terlapor inisial AC di Dusun Jalan Parangtritis Kilometer 13,5 Patalan, Jetis, Bantul terlihat sepi.  AC dilaporkan ke Kepolisian Daerah DI Yogyakarta pada Selasa 15 November 2016 malam, oleh pembantunya, Sartini, warga asal Solo, Jawa Tengah, yang mengaku anaknya menjadi korban.

Rumah terlapor Dusun Jalan Parangtritir Yogyakarta Kilometer 13,5 Patalan, Jaris, Bantul.


Menyusul adanya laporan dugaan tindak kekerasan pada anak dan kekerasan dalam rumah tangga yang dilayangkan oleh warga Pucangsawit, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Sartini (36), rumah terlapor berinisial AC terlihat tak ada aktivitas. Selain digunakan sebagai tempat tinggal, rumah AC di Jalan Parangtritis KM 13,5 itu juga digunakan sebagai toko alat-alat bangunan dan beberapa hari ini dalam keadaan tutup.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sartini melaporkan AC karena telah melakukan kekerasan dan penyiksaan keji terhadap anak lelakinya yang masih berusia 1,5 tahun berinisial JM. Laporan tersebut kini masih dalam proses penanganan pihak berwajib. Namun demikian, Ketua Rukun Tetangga (RT) 13 Dusun Samalo, Sujarah, saat ditemui Kamis (17/11/2016), justru mengaku terkejut.

Sujarah mengatakan, meski baru sekitar dua bulan tinggal di dusunnya, namun selama ini AC yang menurut kartu identitasnya berasal dari Mojolaban, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, dikenal sebagai warga yang baik, ramah dan mudah bergaul. Di dusunnya itu, kata Sujarah, AC menempati rumah kontrakan di tepi Jalan Raya Parangtritis KM 13,5 yang juga digunakan sebagai toko alat bangunan bersama satu orang nenek, isteri dan lima orang anaknya.

"Setahu saya, AC termasuk orang yang ramah, sopan, bahkan setiap malam memberi minuman kopi dan makanan untuk warga yang sedang ronda", ujarnya.

Sujarah mengaku hanya bertemu AC seminggu sekali saat AC sedang bertugas ronda. Selama tinggal di dusunnya, katanya, juga belum pernah terlihat AC berlaku kasar kepada siapa pun. Namun demikian, terkait adanya laporan dugaan kekerasan pada anak yang dilaporkan oleh Sartini, Sujarah mengaku belum mengetahui secara pasti. 

Jurnalis: Koko Triarko/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Koko Triarko

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: