RABU, 23 NOVEMBER  2016
BALIKPAPAN---Warga Kalimantan Timur (Kaltim) dilarang mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta pada 25 November dan 2 Desember mendatang.  Hal itu ditegaskan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Makodam Mulawarman, Rabu (23/11/2016).

Menurutnya, oknum warga yang nekat berdemonstrasi ke Jakarta memiliki pemikiran yang radikal.

"Ya, silakan saja, tapi yang jelas mereka itu perlu kita waspadai karena ada pemikiran-pemikiran yang saya anggap ekstra parlementer. Indonesia ini negara demokrasi dan ada undang-undang yang harus kita taati," tegasnya, Rabu (23/11/2016).

Untuk itu, Awang mengimbau pada 25 November dan 2 Desember tidak ada warga Kaltim yang ke Jakarta untuk berdemonstrasi. Aksi cukup dengan penyampaian aspirasi ke Pemerintah Daerah, Polda Kaltim, atau ke Pangdam VI Mulawarman.

 Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak,mengimbau agar warga Kaltim  tak lagi ikut demo ke Jakarta

Selain itu, gubernur juga menyinggung kasus bom Samarinda. Ia berharap menjadi kasus pertama dan terakhir.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kaltim Irjen Polisi Safaruddin menyebutkan, sudah mendata mereka-mereka yang ikut dalam aksi unjuk rasa pada 4 November lalu.

"Kemarin ada 7 orang ikut dari Kaltim, 411 sudah kami data. Kalau mereka berangkat lagi kami larang. Silakan demo di sini dengan mengajukan izin dan  kami  amankan jalannya aksi," ujarnya.

Setelah menggelar Rapat Forum  Komunikasi Pimpinan Daerah dilanjutkan dengan apel kesiapsiagaan antara TNI/Polri bersama pemerintah daerah di lapangan Merdeka.

Dalam apel hadir Gubernur Kaltim Awang Faroek, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Johnny Lumban Tobing, Kapolda dan Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: