KAMIS 3 NOVEMBER 2016

LHOKSEUMAWE---Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Solidaritas Muslim Indonesia Kota Lhokseumawe, Aceh, menggelar aksi demonstrasi, Kamis (3/11/2016). Aksi yang disebut aksi ‘Tangkap Ahok’ tersebut digelar dengan cara melakukan longmarch mengelilingi sejumlah lokasi di kota tersebut.
Longmarch Aksi Tangkap Ahok di Lhoseumawe
 

Pantauan Cendana News, massa memulai melakukan aksinya dari Masjid Cunda, Lhokseumawe. Dari lokasi berkumpul tersebut sekitar jam 10, massa kemudian bergerak menuju kawasan kota. Massa yang didominasi dengan pakaian putih-putih tersebut juga mengusung sejumlah poster dan bendera Merah-Putih.

Dalam orasinya, massa meminta kepolisian segera memproses dan menangkap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mantan Bupati Belitung dianggap secara sengaja menistakan agama dan telah merusak keberagaman beragama di Indonesia.

Selain itu, Ahok juga dianggap tidak menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasara negara dan Undang-undang 1945. Ucapaannya terkait salah satu surat dalam Kitab Suci Alquran dinilai benar-benar melukai umat Islam.

“Bahwa Ahok pada 27 September 2016 telah nyata-nyata melanggar Pancasila dan UUD 1945 serta merusak kebhinnekaan Indonesia. Lebih daripada itu, ucapan tersebut juga menistakan kitab suci Alquran, menghina para ulama, dan umat Islam,” ujar Laila Khalidah, koordinator aksi.

Laila mengatakan, aksi tersebut juga merupakan bagian dari gerakan mendukung aksi yang akan digelarbesok, 4 November. Aksi tersebut katanya sama sekali tidak berhubungan dengan isu-isu politik, pilkada maupun SARA.

“Aksi ini murni aksi damai yang dilakukan oleh anak-anak muda di Lhokseumawe. Aksi ini juga untuk mendungkung aksi 4 November, dimana kita menilai negara membiarkan Ahok yang telah menistakan agama islam,” katanya.

Ia berharap, negara adil dalam pengakan hukum dan tidak melindungi Ahok. Karena katanya, Ahok jelas-jelas bersalah. Setelah mengilingi Kota Lhokseumawe, massa kemudian mengakhiri kegiatannya di tempat berkumpul semula di halaman Masjid Cunda.

Jurnalis: Zulfikar Husein/Editor: Irvan Sjafari/Zulfikar Husein
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: