SELASA 29 NOVEMBER 2016

MANADO ---Warga Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) menyulap limbah ternak babi menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan yaitu biogas.

Tempat pengelolaan biogas.

Menurut konsultan pertanian Herry Rumimper, kegiatan ini mulai dilakukan pada 2013 silam. Saat itu masyarakat yang tinggal di Desa Tumaluntung mengeluh soal adanya limbah ternak babi yang ada di desa dan berdekatan dengan pemukiman warga. Dari situ mereka bersama melakukan penelitian untuk merubah limbah ternak menjadi energi alternatif yaitu biogas. Kemudian biogas ini di kembangkan oleh warga sekitar dengan membentuk kelompok pertanian yang diberi nama Karioka.

"Proses pembuatan biogas awalnya dilakukan secara manual dengan menyiapkan reaktor yang mengelolah limbah atau kotoran ternak babi. Limbah ternak babi yang telah di kumpulkan kemudian dimasukan ke dalam reaktor denhan di siram dengan air hingga menjadi biogas", kata Rumimper pada Cendana News Sabtu (29/11/2016) akhir pekan lalu.

Warga manfaatkan gas hasil dari limbah ternak babi dengan memasak.
Sementara itu ketua kelompok pertanian Karioka Charles Karamoy mengatakan, hingga kini penggunaan biogas sudah berjalan selama dua tahun dan di Kelompok Karioka baru 5 rumah yang menggunakan biogas dengan memanfaatkan untuk keperluan sehari-hari baik untuk masak maupun penerangan rumah.

"Gas yang di hasilkan sangat ramah lingkungan karena proses pembuatannya secara alami jadi tidak berbahaya beda dengan gas elpiji, gas yang hasilkan dari limbah ternak babi kemudian di aliri ke rumah warga dengan menggunakan pipa PVC, sedangkan untuk menghasilkan jumlah gas yang besar di perlukan jumlah kotoran ternak babi yang banyak, rencananya tahun depan kita akan mengembangkan penggunaan biogas yang lebih besar agar makin banyak warga yang bisa menggunakan, karena selain ramah lingkungan juga murah dan hemat biaya kebutuhan rumah tangga,", papar Karamoy di Tumaluntung.

Ketua Kelompok Pertanian Karioka saat ditemui sejumlah wartawan.
 Jurnalis: Ishak Kusrant/editor; Irvan Sjafari/Foto: Ishak Kusrant


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: