KAMIS 25 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Untuk kesekian kalinya Yan Anton Ferdian, yang tak lain adalah Bupati Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan suap terkait sejumlah proyek Ijon yang diperuntukkan untuk keperluan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Setelah sebelumnya secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka.

Yuyuk Andriati, Plh Kabiro Humas KPK di Gedung KPK Jakarta.


Kini Yan Anton Ferdian sudah resmi menjalani masa penahanan sementara oleh pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yan Anton kini meringkuk di sel tahanan Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Jakarta sembari menunggu pelimpahan bekas perkaranya (P21) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK, Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Yan Anton Ferdian, Bupati Banyuasin tampak terlihat turun dari mobil tahanan KPK pada sekitar pukul 10:30 WIB, Kamis pagi (24/11/2016). Yan Anton Ferdian mengenakan rompi tahanan KPK warna oranye, saat ditanya wartawan dirinya hanya terdiam dan langsung berjalan memasuki Gedung KPK.

Sebelumnya diberitakan, petugas KPK berhasil mengamankan uang tunai secara langsung dari tangan Yan Anton Ferdian sebagai barang bukti yang diduga sebagai suap, masing-masing senilai 299,8 juta Rupiah dan juga uang uang dolar senilai 11.200 USD atau senilai 145 juta Rupiah dengar kurs Rp. 13.000 per 1 USD.

Selain menangkap dan mengamankan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, pertugas KPK juga berhasil menangkap dan mengamankan 5 orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus suap tersebut. Masing-masing d iantaranya adalah Kirmanto, Zulfikar Muharram, Umar Usman, Rustami dan Sutaryo.

"Hari ini Yan Anton Ferdian yang tak lain adalah Bupati Banyuasin untuk kesekian kalinya kembali menjalani proses pemeriksaan lanjutan dan dimintai keterangannya oleh penyidik KPK terkait dengan kasus perkara dugaan suap sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin," demikian kata Yuyuk Andriati, Plh Kabiro Humas KPK saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis pagi (24/11/2016).

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: