KAMIS, 1 DESEMBER 2016
PONTIANAK---Tindak pidana penculikan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kejadian ini bermula berdasarkan laporan tertanda LP/3480/XI/2016/Kalbar/Resta Ptk Kota. Pelapor atas nama Suyatno, terhadap anak pelapor bernama Afan Agung Susilo, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, pelajar kelas 3 SDN 24, Kecamatan Pontianak Utara.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak, Komisaris Polisi Andi Yul Lapawesean menjelaskan, tempat kejadian perkara di  rumah pelapor Jalan Budi Utomo Kompleks Surya Kencana II, Blok D-4, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.

Ia mengungkapkan, kronologi kejadian penculikan anak di bawah umur itu. Terlapor menculik anak pelapor pada saat anak pelapor ditinggal di rumah sendirian dan meminta uang tebusan senilai Rp 800 juta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak, Komisaris Polisi Andi Yul Lapawesean menjelaskan mengenai proses penculikan. 
 “Ia melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pontianak guna pengusutan lebih lanjut,” kata Andi Yul Lapawesean, Kamis (1/12/2016).

Dikatakan, kronologi hingga diketahui terjadi tindak pidana penculikan anak ini berdasarkan keterangan  Suyatno bersama rekan Marsudi dan Karyadi yang bekerja seperti biasa menjual mobil.

Menurut keterangan istri Suyatno bernama Sri Sulaswati, anaknya pergi ke sekolah dari jam 06.30 hingga pukul 11.00 WIB. Istrinya kemudian menjemput anaknya.

“Sesampainya di rumah anaknya langsung makan dan tidur. Sekira pukul 13.45 WIB istri Suyatno pergi bersama anaknya yang kecil bernama Azza ke pengajian,” ucapnya.

Anaknya atas nama Afan alias Wawan masih ada di rumah ketika ditinggal pergi ke pengajian. Pada saat ditinggal ke pengajian, Ali yang berada di rumah.

“Ali keluar rumah pergi makan sekitar jam 14.00 WIB tidak ada melihat anak pelapor atas  Afan alias Wawan,” ujarnya.

Pada pukul 15.30 WIB ayah korban Suyatno pulang ke rumah bersama rekannya Marsudi dan Karyadi. Keterangan Suyatno dia tidak melihat anaknya, dan mengira anaknya pergi mengaji karena kesehariannya mengaji pada saat sore hari.

Sekira jam 16.00 WIB ibu korban atas nama Sri Sulaswati pulang ke rumah dan tidak ada melihat anaknya di dalam rumah ia mengira anaknya pergi bermain ke warnet. Kedua orang tua korban baru menyadari anaknya belum pulang dan melakukan pencarian nanun anaknya belum ditemukan.

“Dalam perjalanan pulang menuju ke rumah setelah mencari anaknya ayah korban atas nama Suyatno ditelepon oleh nomor yang tidak dikenal mengatakan bahwa anak kamu ada sama saya, kalau mau selamat jangan lapor polisi dan siapkan uang tebusan Rp 800 juta,” ucapnya menjelaskan.

Langkah yang sudah dilakukan oleh penyidik dan personel Jatanras telah memeriksa dan menginterogasi Suyatno (pelapor), Sri Sulaswati (istri pelapor), Karyadi (rekan pelapor), Marsudi (rekan pelapor), dan Misdu (tetangga pelapor).

Kronologis penangkapan, ia menyatakan berkaitan dengan laporan tersebut di atas personel Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak melakukan proses penyelidikan dimulai dari dari cek TKP hingga dengan memeriksa dan mengintrogasi saksi-saksi sekitar TKP.  Penyelidikan dilakukan tanpa henti.  Personel Jatanras mendapatkn informasi di lapangan mengenai keberadaan diduga pelaku penculikan, di wilayah sekitar Hotel Garuda Kecamatan Pontianak Selatan.

Seluruh personel Jatanras melakukan penyisiran wilayah tersebut dan belum menemukan diduga tersangka.   Selanjutnya personel Jatanras kembali melakukan koordinasi dan menyusun rencana penyergapan diduga tersangka  yang masih belum diketahui keberadaannya.

Dari serangkaian hasil penyelidikan didapatkan informasi dari pelapor bahwa diduga tersangka akan melakukan pengambilan uang tebusan di Jalan Perdana, Kota Pontianak. Personel Jatanras pun melakukan penyelidikan sehingga berhasil diamankan dan dilakukan penangkapan dengan perlawanan seorang yang patut diduga tersangka bernama Hendi alias Sihen yang pada saat diamankan hendak mengambil uang tebusan Rp 800 juta tepatnya di Jalan Perdana.

“Personel Jatanras menginterogasi di lapangan kepada tersangka. Ia  mengakui bahwa telah menjadi otak atau dalang dalam rekayasa penculikan,” ujarnya.

Menurut pengakuan tersangka Hendi, bahwa anak pelapor dibawa oleh rekannya  bernama Agus dan Daeng.  Peran Agus adalah ikut  menculik di rumah saat rumah sepi.  Peran Edi Alias Daeng adalah menyimpan dan menjaga anak pelapor selama proses tawar menawar dengan pelapor dan mengaku sebagai bos.  Para personel Jatanras kembali melakukan pengejaran terhadap diduga pelaku lainnya ke arah Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

10 unit kendaraan roda dua dan 3 unit roda 4 digunakan oleh personel Jatanras dalam melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya. 

“Situasi dalam keadaan hujan lebat namun tidak menjadi halangan bagi Tim Jatanras,” ujarnya.

Pencarian dan penyisiran dilakukan tanpa henti hingga berhasil diamankan anak pelapor yang telah diturunkan tersangka  Agus di sekitar Jalan A.R Hakim dekat lapangan bola Kebon Sajoek, Kecamatan Pontianak Kota. Lalu  kemudian aparat kembali melakukan pengejaran terhadap diduga tersangka lainnya yang masih melarikan diri.

“Berhasil diamankan dan ditangkap seseorang yang patut diduga terkait pelaku penculikan atas nama Agus di Jalan Tabrani Ahmad Komplek Graha Bumi Khatulistiwa 2, Kecamatan Pontianak Barat,” tuturnya.

Personel Jatanras melanjutkan pengejaran dan penyelidikan.  Sehingga berhasil ditangkap serta diamankan atas nama Edi Alias Daeng  di Jalan Budi Karya, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

“Penculikan telah direncanakan oleh tersangka Hendi dan Agus sejak seminggu sebelumnya dan telah melakukan pengintaian di rumah korban.  Sudah 2 hari sebelum kejadian dan menculik anak itu menggunakan mobil Avanza Velos warna merah yang dirental oleh tersangka Hendi. Motifnya sakit hati kepada bapak korban atas jual beli mobil yang pernah dibatalkan oleh bapak Korban,” lanjutnya.

Terhadap ke tiga tersangka itu lantas dibawa ke Polresta Pontianak guna proses penyidikan lebih lanjut. Barang bukti berupa 3 buah HP yang digunakan tersangka,  2 unit motor, 1 mobil Avanza Velos (masih dalam pencarian di pihak rental),” ujarnya.

Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor: Satmoko / Foto: Aceng Mukaram


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: