KAMIS, 1 DESEMBER 2016
BALIKPAPAN---Bahan makanan memberikan kontribusi inflasi terbesar di Balikpapan pada bulan November sebesar 0,64%. Badan Pusat Statistik mencatat sepanjang November inflasi sebesar 0,12%. Laju inflasi secara tahun kalender atau year to date mencapai 2,83% dan inflasi tahunan sebesar 3,61%.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani, kelompok bahan makanan memberikan sumbangan inflasi terbesar karena faktor cuaca. Mengingat pada bulan November Balikpapan sering diguyur hujan sehingga terjadi pengurangan pasokan bahan makanan.

Bahan makanan di pasar tradisional.
"Walau bulan November inflasi tapi tidak signifikan. Bahan makanan memberikan kontribusi besar karena pasokan kurang akibat faktor cuaca," katanya Kamis, (1/12/2016).

Namun demikian, laju inflasi kota minyak selama November ini tertahan oleh deflasi pada sub kelompok transportasi. Tarif transportasi angkutan udara berangsur normal, setelah arus mudik dan balik Lebaran.

Kontribusi inflasi disusul oleh kelompok pengeluaran lainnya yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, inflasinya sebesar 0,20%. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,17% serta kelompok kesehatan inflasi sebesar 2%.

"Diprediksi kelompok bahan makanan dan sub kelompok transportasi akan memberikan kontribusi yang cukup besar pada laju inflasi Desember nanti," ulas Suharman.

Ia menambahkan, penyebabnya adalah momentum Hari Raya Natal dan Tahun Baru pastinya permintaan akan meningkat pada komoditi tertentu.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: