JUMAT, 2 DESEMBER 2016
JAYAPURA---Penyuplai beras dari Merauke over target hingga empat ribu ton, Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat (P2B) hentikan pembelian beras dari Jawa Timur (Jatim) sejak pertengahan November tahun ini.

“Target pembelian beras Merauke tahun ini sebanyak 30 ribu ton, tapi sudah over target mencapai 34 ribu ton. Sehingga pembelian beras dari Jatim kami hentikan untuk sementara waktu,” kata Kepala Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum Bulog Divre P2B, Ibrahim Wairoy, Jumat (2/12/2016).

Beras Bulog yang ada di Merauke ternyata masih mencukupi bagi masyarakat di sana.
Menyambut Natal dan Tahun Baru, menurutnya, ketersediaan beras mencapai dua belas ribu ton dan akan dikirim ke Wamena sebanyak empat ribu ton dan delapan ribu ton untuk Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Pihaknya telah membuat rencana berdasarkan analisa sejumlah masukan dari Dinas Pertanian untuk menentukan target pengadaan beras setiap tahun dan jumlahnya sudah tersedia.

“Jadi pengadaan sudah dihentikan baik dari Jatim dan juga Merauke,” ujarnya. Beras Merauke, lanjutnya, untuk stok di Jayapura sebanyak 10 ribu ton dan 20 ribu ton ke Merauke.

“Sebisa mungkin beras dari Merauke untuk memenuhi kebutuhan sendiri, jadi tak dikirim ke luar Papua lagi. Beras dari wilayah ini dikirim ke Boven Digoel, Asmat, Mappi dan Yahukimo serta Merauke sendiri, juga ke Jayapura,” katanya.

Diakui pihak Bulog, surplus beras Merauke baru terjadi tahun ini, berimbas dari kemarau yang terjadi tahun lalu. Setelah itu, tanaman padi hasilnya lebih baik dan banyak.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: