Bupati Ponorogo Lepas Elang Jawa di Cagar Alam Gunung Picis

449

KAMIS, 15 DESEMBER 2016

PONOROGO —  Bupati Ponorogo, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Pertamina, dan Yayasan Konservasi Elang Indonesia, Kamis (15/12/2016), melepas satu ekor Elang Jawa (nisaetus bartelsi) di kawasan Cagar Alam Gunung Picis, Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kawasan ini dipilih karena merupakan salah satu Site Monitoring Populasi Elang Jawa di wilayah kerja BKSDA Jatim dalam rangka peningkatan populasi spesies prioritas utama terancam punah jenis Elang Jawa sebesar 10% sampai tahun 2019 mendatang.

Persiapan pelepasan Elang Jawa.

Spesies ini termasuk ke dalam satwa dilindungi sesuai dengan PP No. 7 Tahun 1999 dan UU No. 5 Tahun 1990. Dimana kepunahannya akibat dari berubahnya habitat untuk peruntukkannya serta maraknya perburuan untuk perdagangan. Elang Jawa yang dilepasliarkan ini berusia 19 bulan dan berasal dari hasil sitaan Kepolisian Daerah Jawa Timur pada 3 Juli 2015.

Kepala BKSDA Jatim, Ayu Dewi Utari, menjelaskan, salah satu satwa langka ini dilepasliarkan setelah melalui beberapa tahapan medis, rehabilitasi, dan habituasi.

”Setelah direhabilitasi selama 17 bulan dan melalui serangkaian tes khusus akhirnya kami ingin melepasliarkan spesies ini,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi.

Dipilihnya Ponorogo, lanjut Ayu, karena Ponorogo merupakan tempat asal Elang Jawa ini. Dari data yang diperoleh ada satu kelompok Elang Jawa yang terdiri dari jantan, betina, dan anakan. Diharapkan dengan dilepaskan satu ekor lagi bisa menambah populasi Elang Jawa yang identik dengan lambang Negara RI, burung Garuda.

“Setidaknya perkiraan kami ada sekitar 5 ekor ditambah 3 ekor yang sudah terpantau ditambah 1 ekor yang baru dilepas. Jadi total ada 9 ekor Elang Jawa yang tinggal di Cagar Alam Gunung Picis ini,” ujarnya.

Pelepasan Elang Jawa di Cagar Alam Gunung Picis.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menambahkan, pihaknya berharap Ponorogo bisa menjadi salah satu tempat konservasi dan pengembangbiakan satwa langka.

“Ini merupakan momentum yang luar biasa bagi Ponorogo, tahun depan saya ingin mengalokasikan dana APBD untuk perawatan satwa langka,” cakapnya.

Menurutnya, Ponorogo merupakan salah satu kabupaten yang menjadi tempat asal bagi beberapa hewan langka. Sudah sepantasnya lebih memperhatikan kelangsungan hidup satwa langka yang ada di Ponorogo.

“Data dari yayasan pelestarian alam tadi bahkan menyebutkan, ada 120 transaksi Elang Jawa. Tentu ini menjadi sebuah ironi. Nantinya saya akan berkoordinasi dengan aparat, Perhutani, dan BKSDA untuk perkembangbiakan Elang Jawa ini,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Lihat juga...