JUMAT, 2 DESEMBER 2016
SURABAYA---Berdiri sejak tahun 2010 lalu, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berada di RW 11 Jalan Putat Jaya 9b yang notabene tempat eks lokalisasi Dolly ini menjadi tempat bermain dan belajar anak-anak sekitar. Taman bacaan gagasan Pemerintah Kota Surabaya ini, menjadi wadah bagi para anak-anak Sekolah Dasar (SD) dalam menghabiskan waktu selepas pulang sekolah.

Menurut Dedy Kurniawan, seorang petugas taman bacaan ini menuturkan, setiap harinya TBM ini tidak pernah sepi dikunjungi anak-anak dari RW 11.

Dedy Kurniawan, salah seorang pengelola taman bacaan yang berada di bekas markas lokalisasi Dolly.
 "Rata-rata anak-anak yang berkunjung sekitar 15-25 anak per hari," jelas lelaki yang akrab disapa Dedy ini.

Lelaki yang sudah 5 tahun bekerja sebagai petugas penjaga TBM ini menambahkan, taman baca ini dibuka setiap hari kecuali hari Minggu. Jika hari Senin-Kamis buka mulai pukul 13.00 WIB-16.00 WIB. Sedangkan untuk hari Jumat dan Sabtu buka mulai pukul 13.00 WIB-15.00 WIB.

"Anak-anak bebas membaca di taman baca ini. Gratis lagi. Kalau mau meminjam buku juga boleh. Buku-buku yang ada di sini didominasi oleh cerita-cerita anak. Tetapi sebenarnya ada juga buku-buku terkait kegiatan beternak, menjahit, membordir, dan membuat kerajinan-kerajinan," jelasnya.

Dikatakan, buku-buku yang ada di taman bacaan ini merupakan bantuan dari Perpustakaan Kota Surabaya. Setiap tahunnya, taman bacaan ini memperbarui koleksi bukunya hingga 500 buku.

Kondisi taman bacaan yang berdiri di bekas markas lokalisasi Dolly yang legendaris.
"Hitungannya per tahun 3-4 kali diperbarui. Tetapi jumlah bukunya kalau dikumulasi 500 buku per tahun," tandasnya.

Sebagai penarik anak-anak di eks lokalisasi Dolly untuk datang ke taman bacaan ini, Dedy selalu menyuguhkan permainan-permainan kreatif dan perlombaan.

"Jadi kalau ada lomba, pasti anak-anak senang dan ikut berpartisipasi semua. Karena siapa yang menang, akan dapat hadiah dan karyanya di pajang di mading yang ada di dalam taman bacaan ini," kata Dedy.

Tanggapan masyarakat sekitar taman bacaan ini, menurut Dedy sangat mendukung.

"Mereka sangat mendukung sekali. Anak-anaknya disuruh datang ke sini daripada bermain entah ke mana," akunya kepada Cendana News, Kamis (1/12/2016).

Dedy berharap, pengunjung taman bacaan ini makin hari makin ramai.

"Karena penting sekali budaya membaca itu. Apalagi untuk anak-anak. Jadi harapannya, anak-anak makin sering main ke sini dan mengajak teman-teman yang lain untuk gemar membaca dan ikut aktif berkunjung ke taman bacaan ini," tutup lelaki lulusan Fakultas Ekonomi ini.

Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Nanang WP
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: