KAMIS, 1 DESEMBER 2016
MANADO---Jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) yang berada di Isimu-Marisa yang roboh pada Rabu (30/11/2016) malam mengakibatkan PLN Wilayah Suluttenggo mengalami kerugian milliaran rupiah.

Menurut Liasta Tarigan PH, General Manager PLN Wilayah Suluttenggo yang didampingi Manager Area Pengatur Distribusi (APD) Wahyu Catur P, biaya untuk mengangkut material tower emergency dari Makassar sebesar Rp. 900 juta. Belum lagi biaya operasional tim yang berada di lapangan selama proses pembuatan transmisi darurat yang biayanya sangat besar. Ditambah dengan biaya yang timbul akibat adanya pemadaman yang belum dapat dikalkulasi, sehingga bisa diperkirakan nilai kerugiannya milliaran rupiah.

Wahyu Catur, manajer APD, saat menjelaskan sistem transmisi yang terganggu.

Wahyu mengatakan, PLN tidak bisa menyalahkan pihak lain karena ini adalah bencana dan sebagai risiko PLN wilayah yang menanggung kerugiannya.

"Ini adalah bencana dan kita akan berusaha secepatnya memulihkan gangguan jaringan transmisi yang rusak dan sebagai dampaknya akan terjadi pemadaman. Khusus bagi daerah yang akan melakukan ibadah perayaan menyambut Natal kita prioritaskan. Pemadaman bisa terjadi hingga 2 jam lamanya," ungkapnya pada Cendana News, Kamis (1/12/2016).

Liasta Tarigan PH,  GM PLN Suluttenggo saat memberikan keterangan soal rusaknya jaringan SUTT akibat roboh.
Catur menambahkan, untuk daerah pemadaman akan diatur dengan baik, namun khusus di kota Manado yang sedang mengadakan Christmas Festival pemadaman diupayakan tidak akan terjadi dan akan dialihkan ke bagian industri dan wilayah kota Kotamubagu dan Gorontalo. Agar pasokan listrik cukup memenuhi kebutuhan masyarakat dan umat Nasrani yang sedang merayakan ibadah menyambut Natal di Sulut.

"PLN tidak bisa menjamin tidak ada pemadaman karena bencana di Isimu, namun jika tower emergency bisa selesai dalam 4 hari maka pemadaman bisa teratasi sehingga masyarakat bisa menikmati listrik dengan baik. Karena itu sekali lagi kami mohon maaf atas kondisi yang terjadi saat ini," ungkapnya.

Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Satmoko / Foto: Ishak Kusrant
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: