JUMAT 2 DESEMBER 2016

MAUMERE – Kapolda NTT Brigjen Polisi E.Widyo Sunaryo menghimbau masyarakat NTT untuk tidak menganggu kegiatan umat beragama lainnya denga cara melakukan teror, sabotase, tindakan anrkis dan keributan yang dapt menimbulkan pertikaian antar umat beragama.

Kapolda NTT Brigjen Polisi E.Widyo Sunaryo.
Demikian salah satu dari 6 butir maklumat Kapolda NTT terkait dengan isu aktual yang sedang terjadi di Jakarta terkait demo 2 Desember dan situasi yang sedang terjadi di daerah yang tertera dalam rilis yang diterima Cendana News.

Kapolda Sunaryo juga melarang masyarakat membantu, mengkordinir, memfasilitasi atau membiyai sekelompok masa dari wilayah provinsi NTT untuk berangkat ke Jakarta melakukan unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016 karna bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998.

Apabila ditemukan adanya kelompok yang membantu, mengkordinir, memfasilitasi, membiayai serta memberangkatkan massa ke Jakarta maka akan dilakukan tindakann tegas sesuai undang-undang yang berlaku.

Selain itu dalam maklumat nomor MAK/01/XI/2016. disebutkan bahwa, masyarakat dilarang melakukan provokasi dengan cara apapun seperti himbauan, ajakan, hasutan melalui selebaran untuk mengajak masyarakat melakukan unjuk rasa karena hal itu bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.

Juga ditegaskan, dilarang keras melakukan ancaman kepada kelompok masyarakat  dengan cara memaksa untuk ikut melakukan aksi  unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016 yang dapat memecah belah keutuhan, persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kapolda Sunaryo juga melarang masyarakat membuat dan menyebarkan informasi yang bersifat tuduhan,fitnah maupun SARA yang mengundang kebencian terhadap kelompk tertentu dengan cara berunjuk rasa mengerahkan massa dalam jumlah yang besar sehingga mengakibatkan terganggunya stabilitas kamtibnas.

Dilarang menyebarkan isu-isu yang bersifat menyesatkan atau mengadu domba antar  kelompok masyarakat, sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman, pertikaian, permusuhan bahkan konflik di tengah masyarakat.

“Cara-cara seperti ini dapat dilakukan tindakan tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku.Maklumat ini dikeluarkan dalam rangka menjaga  stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat agar dipatuhi,” tegas Kapolda Sunaryo.

Sementara itu, Dandim Sikka Letkol Inf.Abdullah Jamali,SIP kepada Cendana News Kamis (1/12/2016) mengatakan, berdasarkan laporan, tidak ada satu pun masyarakat kabupaten Sikka yang terlibat dalam aksi demo tanggal 2 Desember 2016 di Jakarta.

“Situasi kabupaten Sikka sampai saat ini masih kondusif  dan kami terus menghimbau dan mengajak masyarakat untuk tidak teroengaruh dengan aksi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Wakil Bupati Sikka (kedua kiri) bersama Forkopimda dan tokoh agama saat apel Nusantara Bersatu yang dilaksanakan guna memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary



Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: