KAMIS, 1 DESEMBER 2016
JAKARTA---Rencana merevisi beberapa pasal Undang-undang (UU MD3) terkait penambahan kursi DPR RI belum dibahas oleh Pimpinan DPR. Dorongan untuk merevisi MD3 tersebut, dikemukakan oleh juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima dalam sidang paripurna pelantikan Ketua DPR, Setya Novanto, kemarin.

Menanggapi hal ini, Ketua DPR RI Setya Novanto mengatakan bahwa terkait usulan Fraksi PDIP tersebut nanti akan mempertimbangkan oleh Pimpinan DPR.

Ketua DPR RI Setya Novanto menjelaskan mengenai belum mendesaknya pembahasan yang menyoal revisi UU MD3.
"Setelah mendengar ada usulan itu, kemarin juga kita sudah rapat pimpinan, tapi belum membicarakan soal revisi UU MD3," ujar Novanto di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Saat ini, kata Novanto, Undang-undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) belum direvisi dan komposisi pimpinan DPR hingga kini masih berjalan seperti biasa.

Untuk itu, pihaknya akan membicarakan ke sejumlah fraksi terkait usulan tersebut. Sebab merevisi UU MD3 mesti melewati mekanisme Badan Legislasi (Baleg) dan Badan Musyawarah (Bamus). Fraksi PDI-P menginginkan agar ada kocok ulang pimpinan DPR saat ini. Namun, Novanto menyebut permintaan itu bukanlah hal yang baru.

"Semua harus sesuai prosedur, Jadi belum mendesak untuk dibahas," pungkasnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa / Editor: Satmoko / Foto: Adista Pattisahusiwa


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: