KAMIS, 1 DESEMBER 2016
JAKARTA---Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengimbau seluruh elemen masyarakat mewaspadai terhadap pihak yang berpotensi mengganggu jalannya Aksi Bela Islam III yang rencananya akan digelar besok (2/12/2016).

Menurut Zul, aksi damai untuk menyatakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga yang dilindungi konstitusi seperti yang tercantum dalam UUD 1945 Bab X tentang warga negara dan penduduk. Pasal 28 UUD NKRI tahun 1945 berbunyi: kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan UU.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berharap, demo 212 esok hari adalah demo damai yang justru semakin memperkokoh persatuan bangsa.
"Aksi damai 212, akan menjadi momentum pembuktian kepada seluruh umat Islam, juga masyarakat Indonesia bahwa Muslim Indonesia adalah Muslim yang moderat dan rahmatan lil alamin. Semua saling menghormati dan menghargai serta berada dalam satu ikatan Bhinneka Tunggal Ika," kata Zulkifli di Press Room, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Untuk itu, Zulkifli memandang bahwa aksi bela Islam itu adalah murni aksi untuk menuntut keadilan atas kasus penistaan agama. Bukan kebencian terhadap perbedaan suku, ras, agama.

MPR dalam hal ini juga mengapresiasi pertemuan silaturahmi antara MUI, panitia aksi, dan aparat keamanan. Sehingga bersepakat, aksi bela Islam tersebut dilakukan secara damai serta menjaga persatuan dan kesatuan umat.

"Itulah cara bangsa Indonesia menyelesaikan permasalahan bangsa, yakni dengan cara yang damai, toleran, musyawarah, dan mengedepankan silaturahmi," paparnya.

Lebih jauh Zulkifli berharap, semua pihak baik panitia aksi, peserta aksi, dan aparat keamanan untuk menjaga komitmen kesepakatan bersama, agar aksi bela Islam Jilid III berlangsung tertib dan damai.

"Kesepakatan Kapolri, Habib Rizieq dan kawan-kawan saling melengkapi, saling menjaga dan saling membantu. Saya berharap aksi damai besok sukses. Buktikan kepada dunia bahwa umat Islam itu super damai," pungkas Zul.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa / Editor: Satmoko / Foto: Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: