KAMIS 1 DESEMBER 2016

LAMPUNG-Korban tenggelam di Sungai Way Tebu Pekon Candi Retno Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Warga Natar bernama Bustomi (20) warga Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan yang tenggelam di akibat kondisi sungai yang banjir ditemukan tim rescue SAR Lampung sekitar 6 kilometer dari titik korban tenggelam.

Proses pencarian korban tenggelam oleh SAR Lampung dan masyarakat.
Menurut keterangan Kepala Kantor SAR Lampung peristiwa tenggelamnya korban tersebut berdasarkan laporan dari Madiono dari Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi (BPBD) Lampung bahawa telah terjadi orang tenggelam di Way Tebu dan SAR Lampung langsung menerjunkan tim penyelamat sebanyak 8 orang untuk membantu tim BPBD dan warga yang melakukan pencarian.

Hujan yang mengguyur wilayah Lampung menurut Sumpeno Yuwono mengakibatkan korban Bustomi diberitakan tenggelam sejak Selasa (29/11) dan tim pencarian melakukan penyusuran di sekitar sungai menggunakan perahu karet (rubber boat). Pencarian dilakukan sejak siang hingga malam hari oleh sekitar 8 personil SAR Lampung, masyarakat, BPBD Pringsewu, Polsek Pagelaran, Koramil Pagelaran dan masyarakat setempat. Pencarian yang dilakukan hingga dini hari tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya korban sekitar pukul 04:00 WIB.

"Alhamdulilah, pencarian korban tenggelam oleh tim rescue dibantu oleh berbagai pihak membuahkan hasil dan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah keluarganya,"ungkap Kepala kantor SAR Lampung, Sumpeno Yuwono dalam keterangan yang diterima Cendana News, Kamis (1/12/2016).

Sumpeno Yuwono mengungkapkan pencarian korban sempat mengalami hambatan dengan kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tak mendukung. Namun berkat kesigapan dan koordinasi berbagai pihak korban ditemukan berjarak sekitar 6 kilometer dari titik tenggelam. Setelah proses evakuasi korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk diserahterimakan ke pihak keluarga.

Terkait kejadian tersebut ia menghimbau kepada masyarakat selama musim penghujan ini untuk sedapat mungkin meminimalisir aktivitas di pinggir sungai terutama sungai dalam kondisi banjir. Ia juga menghimbau  kepada masyarakat untuk waspada dengan adanya potensi banjir di beberapa wilayah diantaranya di kota Bandarlampung dan beberapa kabupaten di Lampung.

"Kita selalu berkoordinasi dengan BPBD setiap daerah dengan selalu mengintensifkan komunikasi dan segera melakukan bantuan tim rescue secepatnya jika ada insiden tak diinginkan terkait kebencanaan di wilayah Lampung," ungkap Sumpeno Yuwono.

Selain dengan instansi terkait Sumpeno mengungkapkan kantor SAR Lampung juga memberikan nomor emergency call dengan nomor 115 kepada masyarakat dengan tujuan untuk memberi informasi cepat terkait kebencanaan dan bantuan segera dari SAR Lampung.

Tim pencarian berhasil menemukan korban pagi dini hari dalam kondisi meninggal.
 Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi/Dokumen SAR
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: