JUMAT 2 DESEMBER 2016

WAIKABUBAK – Mayarakat Kabupaten Sumba Barat khususnya dan kabupaten lainnya di pulau Sumba seperti Sumba timur, Sumba tengah dan Sumba Barat Daya harus meningkatkan kewaspdaan sebab paham komunis mulai menyebar di masyarakat.

Kasdim sedang memberikan materi wawasan kebangsaan di Waikabubak.
 Demikian disampaikan Kasdim 1613 Sumba Barat Mayor. Inf. Kasim, S.Ag saat memberikan materi Wawasan Kebangsaan di aula kantor camat Kota Waikabubak, Kamis (1/12/2016) siang.

Dalam rilis yang diterima Cendana News, Mayor Kasim mengatakan, saat ini paham atau idiologi komunis sudah mulai menyebar di masyarakat karena seringnya ditemukan gambar palu arit.

“Untuk itu saya harapkan agar masyarakat waspada dan apabila menemukan oknum atau gambar-gambar berbau komunis agar segera melaporkan kepada aparat setempat,” pintanya.

Kasdim Sumba Barat ini pun menyoroti masalah narkoba dan miras yang sering dikonsumsi masyarakat dan kejadian ini sangat memprihatinkan.

Generasi muda akan rusak apabila tidak menjahui narkoba dan miras. Remaja pun lanjutnya lebih menggandrungi serta terpengaruh oleh budaya barat dan mulai melupakan budaya ketimuran. Sering sekali terjadi permasalahan atau konflik di masyarakat seperti tawuran antar pelajar, mahasiswa dan kelompok masyarakat.

“Mari bersama kita tumbuhkan semangat persaudaraan, toleransi dan menyelesaikan perbedaan pendapat lewat musyawarah mufakat, “ harapnya.

Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, adat, ras dan agama tandas Mayor Kasim, hendaknya dijadikan kekuatan agar saling mengenal sehingga tumbuh rasa persaudaraan. Apabila ada masalah yang menyangkut agama Kasdim  berharap masyarakat jangan main hakim dan menganggap agama lain yang tidak bagus sebab agama tidak ada yang mengajarkan permusuhan atau saling membunuh.

“Kita harapkan khususnya wilayah Sumba Barat tetap aman dan tetap terjalin rasa saling hormat menghormati antar sesama,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan kepala desa terkait aksi demo,Mayor Kasim menjelaskan, demontrasi sudah diatur dalam undang-undang dan diperbolehkan. Tapi dalam menyampaikan pendapat tetap harus mengikuti aturan yang ada dan tidak anarkis. Aparat pun akan melakukan pendekatan secara persuasif.

“Kami mengharapkan agar aparat desa agar selalu bekerja sama dengan Babinsa apabila melakukan kegiatan pendataan warga baru. Ini penting untuk mengantisipasi masuknya oknum-oknum yang ingin memecah belah masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan pembinaan idiologi dan kewaspadaan nasional ini KBO. Bimas Polres Sumba Barat  Iptu Kristowu Tagalele, Camat Kota. Waikabubak  Katherina Dade, S. Sos, seluruh kepala desa dan lurah di kecamatan Kota Waikabubak.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: