KAMIS 1 DESEMBER 2016

JAKARTA---Menurut data resmi yang berhasil dihimpun Cendana News pada saat acara jumpa pers di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat melaporkan bahwa perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional sepanjang bulan November 2016 tercatat sebesar 101,31 atau mengalami penurunan sebesar 0,40 % apabila dibandingkan dengan NTP sepanjang Oktober 2016.


Sasmito Hadi Wibowo (tiga dari kiri), Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pusat.
Menurut keterangan Sasmito Hadi Wibowo, Deputi StatistiIk Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pusat, salah satu penyebab terjadinya penurunan NTP tersebut karena Indeks Harga yang Diterima Petani (LT) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,27 %. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (LB) yaitu sebesar 0,67 %.

Sepanjang  November 2016, NTP Provinsi Jawa Timur (Jatim) tercatat mengalami penurunan terbesar, yaitu sebesar 1,14 % apabila dibandingkan dengan penurunan NTP di semua Provinsi yang ada di Indonesia" demikian penjelasan Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pusat, Sasmito Hadi Wibowo  pada saat menggelar acara jumpa pers di kantornya, Selasa siang (1/11/2016).

"Begitu juga sebaliknya, sepanjang November 2016, NTP Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 1,77 % apabila dibandingkan dengan kenaikan NTP Provinsi lainnya yang ada di Indonesia" ujar Sasmito   kepada wartawan di Kantor BPS Pusat Jakarta.

BPS Pusat juga melaporkan dalam acara jumpa pers dengan para awak media, bahwa sepanjang Oktober 2016 telah terjadi inflasi di pedesaan yang tercatat sebesar 0,87 %, hal ini terjadi karena disebabkan adanya kenaikan seluruh indeks kelompok konsumsi rumah tangga.

BPS Pusat juga melaporkan terkait dengan perkembangan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) secara nasional sepanjang Oktober 2016 tercatat sebesar 110,33 atau mengalami kenaikan sebesar 0,07 % apabila dibandingkan dengan NTUP pada  Oktober 2016 sebelumnya.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: