KAMIS, 1 DESEMBER 2016
JAYAPURA---Cegah HIV AIDS dan Infeksi Menular Seks (IMS) untuk Menuju Keluarga Sehat menjadi tema peringatan HIV/AIDS Se-Dunia tahun ini.

Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Keerom, Muhammad Markum mengatakan, sejak tahun 2010 hingga 2016 di kabupaten ini ada sebanyak 119 kasus HIV positif dan yang meninggal dunia karena penyakit tersebut sebanyak 26 orang.

“Kabupaten ini tengah menjadi pusat perhatian berbagai lembaga pemerintahan juga lembaga masyarakat dari tingkat pusat maupun provinsi,” kata Muh. Markum, Kamis (1/12/2016).

Seorang petugas KPAD Keerom sedang memeriksa sampel darah.
Menurutnya, selain narkoba jenis ganja saat ini  sudah ditemukan juga virus HIV dan AIDS yang melemahkan tubuh penderita.

“Keprihatinan ini harus menjadi keprihatinan kita bersama, harus menjadi masalah kita bersama. Bukan hanya pemerintah, bukan hanya instansi dan lembaga masyarakat. Melainkan seluruh komponen,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Staf Ahli Gubernur Papua, Ani Rumbiak mengaku, saat ini sebanyak tujuh juta jiwa penderita penyakit HIV AIDS di dunia.

“Di Indonesia sekitar 20 ribu jiwa penderita, termasuk yang sudah meninggal karena penyakit HIV AIDS,” kata Ani Rumbiak.

Pihaknya tetap berupaya agar tak ada lagi yang berperilaku seks bebas dan bergantian gunakan jarum suntik. Namun, menurutnya semua itu bukan hanya peran pemerintah, melainkan peran seluruh masyarakat akan kesadaran masing-masing.

“Semua harus berperan aktif dan sadar betul untuk tidak berperilaku yang berpotensi menimbulkan penyakit HIV AIDS, karena belum ada vaksin/obat yang dapat membunuh virus ini dan masih menggunakan metode pencegahan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, provinsi paling timur Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar tiga juta jiwa ini, kini menduduki peringkat tiga dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: