KAMIS 1 DESEMBER 2016

BALIKPAPAN---Memperingati hari AIDS sedunia hari ini (1/12), Komisi Penanggulangan Aids dan LSM PKBI Balikpapan menyelenggarakan malam renungan yang dirangkai dalam satu kegiatan yakni menyalakan lilin, pembacaan puisi, akustik gitar dan pengambilan sampel darah untuk mengetahui status kepada yang beresiko. Malam renungan ini diselenggarakan di Taman Bekapai Balikpapan Kamis Malam (1/12), pukul 19.00 Wita.

Bidang Pencegahan dan Penjangkauan HIV PKBI Balikpapan Yudhianto saat sosialisasi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan secara kumulatif penderita HIV/AIDS di Balikpapan hingga Agustus 2016 mencapai 1.302 penderita, dengan kematian 175 jiwa. Jumlah penderita setiap tahunnya bertambah.

Tercatat Januari-Oktober tahun 2016 penderita HIV/AIDS sebanyak 173, tahun 2015 sebanyak 222, dan tahun 2014 sebanyak 158 penderita.

Dengan bertambahnya kasus baru atau penderita HIV/AIDS tersebut maka diperlukan penyuluhan pencegahan terhadap penyakit tersebut.

Terkait pencegahan terhadap penyakit itu, LSM Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) juga memiliki program pencegahan dan penjangkauan HIV.

Koordinator Bidang Pencegahan dan Penjangkauan HIV Yudhianto mengungkapkan dalam kegiatan pencegahan dan penjangkauan terhadap orang yang beresiko rutin dilakukan.

"Menjangkau artinya menemukan, mendekati dan membujuk orang-orang yang beresiko tertular HIV/AIDS untuk meningggalkan perilaku beresiko dan mengajaknya untuk melakukan sample darah," jelasnya saat ditemui Kamis (1/12/2016).

Menurutnya, setiap tahun temuan penderita baru bertambah. "Iya penderita terus bertambah. Dan yang sangat memprihatinkan adalah hubungan seks bebas terutama hubungan seks pria dengan pria bukan cuma kalangan dewasa, tapi anak cowok berhubungan badan dengan sesama jenis meningkat," bebernya.

Lanjut Yudi, gelombang penularan tidak hanya melalui jarum suntik penggunaan narkoba lagi namun hubungan seksual. Selain itu, usia penderita yang tertular HIV juga mulai usia remaja.

Untuk itu, pihaknya mengatakan PKBI bersama relawan lainnya melakukan pencegahan dan penjangkauan dengan melaksanakan berbagai program. Salah satu programnya dengan mediasi dan advokasi ke pihak terkait di antaranya case conference yang digelar setiap bulan, upaya penanggulangan HIV dan lainnya.

"Mengajak mereka yang berisiko untuk memeriksakan diri juga salah satu upaya agar setelah diketahui dapat segera ditangani dalam penanggulangannya," sambungnya.

Dia juga berpendapat sikap masyarakat terhadap penderita juga masih diskriminatif, dan keterlibatan masyarakat untuk mencegah HIV juga masih rendah.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: