KAMIS 1 DESEMBER 2016

JAKARTA---Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat saat menggelar acara jumpa pers melaporkan bahwa perkembangan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sepanjang November 2016 sebesar Rp 4.574,00 per kilogram, atau mengalami kenaikan sebesar 0,41 % apabila dibandingkan sepanjang Oktober 2016.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pusat, Sasmito Hadi
Sedangkan terkait dengan perkembangan harga beras medium sepanjang November 2016 di tingkat penggilingan berdasarkan laporan BPS Pusat tercatat sebesar Rp 9.050,00 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar 0,77 % apabila dibandingkan dengan harga sepanjang Oktober 2016.

Berdasarkan pengamatan BPS terhadap 1.571 transaksi penjualan gabah di 23 Provinsi di Indonesia sepanjang November 2016 ternyata kebanyakan didominasi oleh transaksi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 67,60 %. Kemudian diikuti oleh Gabah Kualitas Rendah (GKR) sebesar 67,60 % dan yang terakhir adalah Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 12,16 %.

Apabila dibandingkan dengan  November 2015, rata-rata harga gabah pada November 2016 di tingkat Petani, seperti GKP. GKG dan GKR semuanya mengalami penurunan masing-masing sebesar 9,78 %, 3,60 % dan 8,09 %. Sedangkan di tingkat penggilingan juga terjadi penurunan pada GKP, GKG dan GKR masing-masing sebesar 9,53 %, 3,61 % dan 8,09 %.

Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pusat mengatakan "perkembangan rata-rata harga beras kualitas premium di tingkat penggilingan November 2016 sebesar Rp 9.257,00 per kilogram naik sebesar 1,37 % dibandingkan Oktober 2016, sedangkan harga rata-rata beras beras kualitas medium di tingkat penggilingan Rp 9.050,00 per kilogram naik sebesar 0,77 %.  Sedangkan harga rata-rata beras kualitas rendah di tingkat penggilingan sebesar Rp 8.632,00 per kilogram naik sebesar 0,40 %" katanya saat jumpa pers, Kamis siang (1/12/2016).

Sementara itu, apabila dibandingkan dengan November 2015, perkembangan Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan sepanjang November 2016 untuk kualitas premium mengalami penurunan sebesar 3,21 %, sedangkan harga beras kualitas medium tercatat mengalami penurunan sebesar 0,39 %, sedangkan harga beras kualitas rendah tercatat juga mengalami penurunan yaitu sebesar 4,43 %.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono



Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: