KAMIS 1 DESEMBER 2016

JAKARTA--Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang November 2016, Indonesia tercatat mengalami Inflasi sebesar 0,47% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,18. Dari total sebanyak 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia, 78 kota di antaranya mengalami Inflasi, sedangkan 4 kota IHK di Indonesia lainnya mengalami Deflasi.

Perkembangan Inflasi dan Deflasi di Indonesia November 2016.
Secara keseluruhan inflasi tertinggi tercatat terjadi di Manado, yaitu sebesar 2,86 % dengan IHK sebesar 127,58, sedangkan inflasi terendah terjadi di Singkawang, yaitu sebesar 0,05 % dengan IHK 124,51 %. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 1,54 % dengan IHK 128,12, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kendari sebesar 0,22 % dengan IHK 121,52.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, antara lain kelompok bahan makanan sebesar 1,66 %, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 %, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,16 %, kelompok kesehatan sebesar sebesar 0,30 %, kelompok pendidikan, rekreasi dan oleh raga sebesar 0,02 %.

Berdasarkan laporan BPS Pusat saat menggelar acara jumpa pers, satu-satunya kelompok pengeluaran yang tercatat mengalami deflasi sepanjang November 2016 adalah kelompok sandang, yaitu tercatat sebesar 0,01 %.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pusat Sasmito Hadi Wibowo mengatakan "tingkat Inflasi berdasarkan tahun kalender antara  Januari hingga November  2016 tercatat sebesar 2,59 %, sedangkan tingkat Inflasi dari tahun ke tahun atau Year on Year (YoY) antara November 2016 terhadap November 2015 tercatat sebesar 3.58 %," katanya saat menggelar acara jumpa pers di kantornya, Kamis (1/12/2016).

"Perkembangan Komponen Inti sepanjang November 2016 tercatat juga mengalami Inflasi sebesar 0,15 %, tingkat Inflasi komponen inti berdasarkan tahun kalender antara Januari hingga November 2016 tercatat sebesar 2,84 %, sedangkan tingkat inflasi komponen inti dari tahun ke tahun (YoY) antara November 2016 terhadap November 2015 sebesar 3,58 %" kata Sasmito Hadi Wibowo  kepada wartawan di Kantor BPS Pusat, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono.


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: