KAMIS, 1 DESEMBER 2016
LAMPUNG---Jajaran Polsek Palas Polres Lampung Selatan berhasil mengamankan dua tersangka pelaku pemerasan terhadap kepala desa di Kabupaten Lampung Selatan. Kedua oknum yang diketahui sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut diketahui melakukan pemerasan terhadap seorang kepala desa di Kecamatan Palas bernama Yusuf (41) yang merupakan Kepala Desa Tanjung Jaya Kecamatan Palas. Berdasarkan keterangan Polsek Palas, kedua pelaku yang diamankan tersebut di antaranya AF (50) warga Desa Maja Kecamatan Kalianda dan MYA (31) warga Desa Pauh Tanjung Iman Kecamatan Kalianda.

Kapolsek Palas, AKP Budi Purnomo.
Menurut Kapolsek Palas, AKP Budi Purnomo membenarkan penangkapan kedua pelaku berkaitan dengan kasus pemerasan berdasarkan laporan korban yang merupakan seorang kepala desa. Penangkapan kedua tersangka ungkap AKP Budi Purnomo dilakukan di tempat berbeda dengan barang bukti yang masih dibawa para tersangka. Pelaku MYA ditangkap saat berada di dalam kendaraan mobil di Desa Bumi Restu Kecamatan Palas. Sementara pelaku AF diamankan saat berada di komplek perkantoran Bupati Lampung Selatan.

"Benar kita amankan kedua pelaku di tempat berbeda dengan kasus yang sama berupa tindak pidana pemerasan berdasarkan laporan salah satu kepala desa di Kecamatan Palas," ungkap Kapolsek Palas, AKP Budi Purnomo, Kamis (1/12/2016).

Kedua tersangka oknum LSM yang berhasil diamankan tersebut dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 3juta. Berdasarkan keterangan awal, uang sebanyak itu merupakan hasil dari perbuatan pemerasan kepada kepala desa terkait penggunaan dana Desa (DD) di desa tersebut.

Kronologis penangkapan sendiri berdasarkan laporan bernomor LP/B-1692/XI/2016LPG/Lamsel/Palas tertanggal 30 November 2016. Berdasarkan laporan tersebut kedua tersangka diciduk setelah sebelumnya pihak kepala desa mengungkapkan kedua pelaku telah meminta sejumlah uang dengan nilai sebesar Rp 20 juta. Uang sebanyak itu diserahkan oleh kepala desa dengan cara bertahap dan saat ditangkap uang yang telah diberikan kepada dua tersangka senilai Rp 14,8 juta.

Modus yang digunakan para pelaku pemerasan tersebut, terang AKP Budi Purnomo, dilakukan dengan cara menakut-nakuti kepala desa terkait penggunaan dana desa dengan cara akan melaporkan ke pihak Kejaksaan. Karena merasa resah dengan perbuatan kedua tersangka pihak kepala desa melaporkan oknum tersebut kepada pihak Polsek Palas setelah kedua tersangka melakukan pertemuan dengan menyerahkan uang sebsar Rp 3 juta.

"Berdasarkan keterangan terjadi tiga kali penyerahan uang dari kepala desa ke pelaku dengan rincian penyerahan pertama sebesar Rp 2,8 juta, kemudian penyerahan selanjutnya Rp 9 juta dan terakhir saat dilakukan penangkapan sebesar Rp 3 juta," terangnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun penjara. Saat ini kedua tersangka masih mendekam di sel Polsek Palas untuk penyidikan lebih lanjut.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: