KAMIS, 1 DESEMBER 2016
MATARAM---Persoalan kemiskinan di kota Mataram Nusa Tenggara Barat menjadi masalah yang belum sepenuhnya mampu dientaskan, terutama masyarakat pinggiran dan pesisir pantai seperti nelayan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan. Masih banyak masyarakat pinggiran dan pesisir yang hidup dalam garis kemiskinan, karena hanya menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan sebagai nelayan.

"Untuk itulah, peluncuran layanan e-warong Kelompok Usaha Bersama (Kube) bagi kelompok masyarakat Program Keluarga Harapan (PKH) diharapkan bisa membantu mengatasi masalah kemiskinan," kata Wali Kota Mataram saat berbicara di acara peluncuran program e-warong di Ampenan, Mataram, Kamis (1/12/2016).

Masyarakat penerima bantuan Program Harapan Keluarga di Mataram.
Ia menjelaskan, di kota Mataram sendiri, ada sekitar 10 ribu lebih sasaran PKH, sementara 35 ribu di antaranya merupakan penerima raskin atau KKS, yang tersebar di seluruh wilayah kota Mataram.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, Andi ZA Dulung, menyatakan kota Mataram termasuk kota ke-35 dari 112 kota di Indonesia yang juga meluncurkan program e-warong Kube PKH.

"Kalau sekarang baru dua kecamatan yang di-launching, kelak pada 2017, semua kecamatan di kota Mataram sudah memiliki e-warong yang berbentuk koperasi, di mana masyarakat penerima PKH merupakan angggota di dalamnya," pungkasnya.


Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi



Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: