KAMIS, 1 DESEMBER 2016
SOLO---Ribuan umat Islam dari kota Solo, Jawa Tengah, diberangkatkan ke Jakarta, untuk aksi Bela Islam Jilid III, pada Kamis siang (1/12/16). Umat Islam ini berangkat menggunakan 45 bus, untuk mengikuti aksi penuntasan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2 Desember 2016.

“Kami dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memastikan diri bergabung dengan ratusan ribu umat Islam Indonesia untuk mendesak penuntasan kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok,” ucap Koordinator Lapangan Tengku Azhar kepada awak media di sela-sela pemberangkatan.

Ribuan umat Islam Solo tetap bertekad berangkat ke Jakarta untuk aksi demo damai 2 Desember 2016.
Lebih lanjut Azhar mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan proses hukum yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta non aktif tersebut. Pasalnya, meski sudah berstatus tersangka, kepolisian masih membiarkan Ahok bebas. 

“Yang kita sayangkan adalah sampai saat ini Ahok belum juga ditahan,”  tekannya.

Ribuan umat Islam yang berangkat dari Solo ini merupakan gabungan dari daerah yang ada di Eks Karesidenan Surakarta. Mereka berasal dari Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, dan Boyolali.

Sejumlah umat Islam Solo berkemas meninggalkan Solo untuk segera menuju Jakarta.

“Kita bersama-sama berangkat dari Markas DSKS,” imbuhnya.

Peserta aksi Bela Islam Jilid III juga diikuti puluhan muslimah dari Solo. Peserta aksi menuntut penuntasan kasus penistaan agama ini juga membawa berbagai poster dan spanduk yang akan digunakan aksi pada Jumat 2 Desember 2016 besok.

Armada bis yang akan membawa umat Islam Solo sudah menunggu untuk segera berangkat ke Jakarta.
Secara terpisah, Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak secara simbolis melepas pemberangkatan seribuan umat Islam dari Karanganyar. Satu hal yang menurut Kapolres patut diapresiasi dalam keberangkatan umat Islam ke Jakarta: mereka tetap menegaskan jika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

"Ini mungkin satu-satunya peserta aksi umat Islam di Jakarta besok, jika perwakilan dari Karanganyar masih bersikukuh NKRI adalah harga mati. Ini terlihat dari pita merah putih yang dipakai seluruh peserta aksi dari Karanganyar, yang diletakkan di dada mereka," pungkasnya.

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid
 






Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: