KAMIS, 1 DESEMBER 2016
LAMPUNG---Petugas Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung Bakauheni berhasil mengamankan 1 koli yang di dalamnya terdapat sebanyak 10 kilogram lupe (gelembung renang ikan) jenis ikan Tunang. Menurut Kepala Stasiun Karantina Ikan Bakauheni, Catur S.Udiyanto, pengamanan gelembung ikan tersebut merupakan upaya mencegah perlalulintasan komoditas perikanan tanpa dokumen yang akan dikirim dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.

Gelembung renang ikan atau dikenal dengan lupe ikan berukuran sekitar 30-40 centimeter disusun dalam sebanyak 1 koli tersebut, menurut Catur, diamankan dari kendaraan ekspedisi Indah Cargo bernomor polisi B 9431 FS saat petugas melakukan pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Berdasarkan keterangan pada koli tersebut, dikirimkan dari seorang pengirim bernama Rudi di Pekanbaru Provinsi Riau. Akan dikirim kepada penerima bernama Ayang yang beralamat di Jalan Rusun Kapuk Muara Blok B Lantai 2 No 06 Jakarta Utara. Berdasarkan keterangan, gelembung ikan tersebut dikirim untuk keperluan konsumsi.

Catur S. Udiyanto, Kepala Kantor Karantina Ikan Bakauheni.
"Kita sengaja amankan komoditas dari hasil laut berupa gelembung renang ikan Tunang ini karena tidak memiliki dokumen karantina ikan yang dipersyaratkan dan sementara kita amankan barang tersebut ke kantor karantina ikan," ungkap Catur S.Udiyanto saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (1/12/2016).

Akibat tidak memiliki dokumen persyaratan karantina dari tempat asal pengiriman, sebanyak 10 kilogram gelembung ikan tersebut kini diamankan di Kantor Karantina Ikan Bakauheni Lampung Selatan untuk proses penyidikan. Pengamanan gelembung renang ikan atau lupe tersebut menurut Catur S.Udiyanto mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Berdasarkan informasi, manfaat lupe atau pelampung/gelembung ikan hasil tangkapan jauh lebih mahal dari harga daging ikan yang ditangkap. Organ dalam tubuh ikan berupa gelembung tersebut memiliki nilai tinggi setelah mengalami proses pengeringan.

Gelembung renang ikan.
Menurut salah satu nelayan di perairan Lampung Timur, ikan-ikan yang biasa dijaring oleh nelayan di antaranya ikan tunang, ikan kurau, ikan kakap tawar atau gulama, manyung dan lain lain. Ikan jenis gulama merupakan salah satu ikan yang cukup dicari terutama oleh para pengepul yang berniat menjualnya ke luar negeri.

Menurut Sohri (34) warga Labuhan Maringgai, lupe ikan gulama tawar memiliki harga yang terbilang mahal. Harga tersebut di antaranya dihargai dari Rp300 ribu hingga kisaran Rp 3juta-Rp 4juta per kilogram.

Pencari ikan di perairan Teluk Lampung.
"Satu lupe bisa dijual mahal bahkan dengan kualitas yang bagus bisa memiliki harga yang juga mahal karena dalam dunia medis lupe ikan tersebut bisa digunakan sebagai bahan dasar medis pembuatan  benang operasi dan kosmetik," ungkap Sohri.

Sementara itu, pemanfaatan lupe ikan juga digunakan secara tradisional sebagai bahan makanan dan obat terutama untuk penyakit luka dalam. Selain harganya yang mahal, harga gelembung ikan di tingkat nelayan tersebut membuat pencarian gelembung ikan meningkat. Sementara selain gelembung yang diambil, jenis ikan gulama juga dijual dengan harga Rp27 ribu per kilogram. Sebagian bisa dijadikan dendeng dan ikan asin.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: