KAMIS 1 DESEMBER 2016

JAKARTA---Pengamanan yang berlebihan dari aparat keamanan baik dari pihak kepolisian maupun dari pihak keamanan internal Kejaksaan Agung pada saat kedatangan Gubernur non aktif Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah membuat para wartawan cetak maupun elektronik merasa tidak nyaman dan terganggu terutama pada saat melakukan peliputan.

Foto-foto suasana keributan wartawan dengan aparat keamanan di Gedung Kejaksaan Agung.
Pantauan Cendana News langsung dari dalam Gedung Kejaksaan Agung, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis pagi (1/12/2016) sekitar puku 10:15 WIB, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan permintaan agama tampak terlihat datang dengan didampingi pengacara serta kuasa hukumnya tiba di Kejaksaan Agung.

Wartawan yang pada awalnya sudah tertib mengambil posisi masing-masing tiba-tiba diganggu atau dihalangi pandangannya oleh sejumlah aparat keamanan yang mengawal Basuki Tjahaja Purnama. Melihat hal tersebut para awak media tidak diam begitu saja, mereka langsung berhamburan menghampiri Basuki Tjahaja Purnama dengan tujuan untuk dapat mengambil foto dan video yang bersangkutan.

Namun sangat disayangkan perlakuan dan tindakan aparat keamanan yang berlebihan pada saat melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap Basuki Tjahaja Purnama tersebut mengakibatkan keributan dan dorong-dorongan dengan para awak media tidak dapat dihindari. Para wartawan langsung bereaksi dan membalas tindakan represif tersebut dengan melancarkan protes keras dan akan melaporkan tindakan tersebut kepada Kapolri dan Jaksa Agung.









Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: