1.064 Warga Sikka Diduga Mengidap TBC

0
12

JUMAT, 24 MARET 2017
 
MAUMERE — Sebanyak 1.064 orang warga di Kabupaten Sikka diduga mengidap penyakit Tuberkulosis atau suspek TBC dan dari jumlah tersebut pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka hingga Kamis (23/3/2017) telah melakukan tes kesehatan terhadap 766 orang.

Kasat Lantas Polres Sikka, Iptu Layfrids D. Mada bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Bernadina Sada Nenu sedang menjelaskan bahaya TBC kepada pengendara sepeda motor.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, saat ditemui Cendana News, Kamis (23/3/2017) di sela-sela kegiatan sosialisasi TBC kepada para pengendara di depan Gelora Samador Maumere.

Dikatakan Maria, dari tes kesehatan tersebut sudah diketahui ada 24 orang warga positif menderita  TBC sehingga pihaknya akan terus melakukan tes kesehatan dan sosialisasi secara gencar kepada seluruh warga serta telah memprogramkan kegiatan pendataan terhadap warga yang ada di wilayah kerja Puskesmas yang diduga menderita TBC.

“Kami terus lakukan sosialisasi kepada warga khususnya di desa agar bisa memahami dan memeriksakan diri sebab penyakit ini menular dan pemerintah menyediakan obat gratis hingga sembuh,” ungkapnya.

Lebih lanjut Maria mengatakan, bahwa jumlah penderita TBC tersebar di 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka, dengan jumlah pasien TBC tertinggi di Kecamatan Talibura dan Kangae yang masing- masing berjumlah 4 orang sementara kecamatan lain yang sudah ditemukan ada penderita TBC antara lain Paga 3 orang, Lela 2 orang, Magepanda 2 orang dan Alok 2 orang.

“Kami juga menggelar kampanye bahaya TBC di Pasar Alok dan Pasar Tingkat Maumere, melakukan talk show di Radio Suara Sikka Maumere serta pemutaran film terkait TBC di kelurahan Nangalimang dan sosialisasi di Pasar Lekebai Kecamatan Mego,” terangnya.

Kasat Lantas Polres Sikka, Iptu Layfrids D. Mada, SH, mengatakan, personilnya turut terlibat bersama Dinas Kesehatan Sikka melakukan sosialisasi terkait bahaya TBC sebab penyakit ini merupakan penyakit menular dan banyak masyarakat yang belum mengetahui.

Masyarakat, sebut Kasat Lantas, saat diberitahu bahaya TBC mengaku kaget dan baru mengetahui cara-cara melakukan pencegahan agar bisa terhindar dari penyakit ini apabila ada anggota keluarga yang mengidap penyakit ini.

“Kami harapkan dengan sosialisasi yang terus-menerus masyarakat semakin sadar dan jumlah penderita pun semakin berkurang sebab penyakit ini bisa diobati hingga sembuh total,” tuturnya.

Pegawai Dinas Kesehatan Sikka bersama aparat Lalu Lintas Polres Sikka melakukan kampanye bahaya TBC di depan Gelora Samador Maumere.

Kampanye TBC yang berlangsung satu jam tersebut diisi dengan kegiatan pembagian bunga, pemflet dan pembacaan materi bahaya dan cara penyebaran TBC kepada para pengendara di perempatan jalan tersebut.

Jurnalis: Ebed de Rosary/ Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Komentar