155 Orang Kelompok OPM Turun Gunung dan Nyatakan Ikrar Setia pada NKRI

41

JUMAT, 24 MARET 2017

JAYAPURA — Sebanyak 155 orang yang mengaku dirinya kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prestasi ini berkat ketulusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) bergumul dengan rakyat.

Utaringen Talengen (pegang bendera RI) bersama 155 simpatisan kelompok bersenjata

Prajurit TNI AD dari Komando Resort Militer 173/Praja Vira Braja dibawah pimpinan Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa yang baru dilantik, patut dianjungi jempol. Dilihat dari medan tugas yang dapat terbilang berat tak menyurutkan semangat prajurit dalam mengadakan pendekatan kepada masyarakat yang masih berseberangan idiologi.

Terbukti, Utaringen Talengen dari kelompok Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) dibawah pimpinan Lekagak Talenggeng bersama lima anggota kelompok bersenjata TPN/OPM dibawah pimpinan Gobanik Talenggeng serta simpatisannya berjumlah 155 orang menyatakan turun gunung Puncak bersama Komandan Rayon Militer (Danramil) Sinak, Lettu Inf Isak Yusuf Rumi.

Utaringgen Telenggen dan 154 orang mantan simpatisan kelompok bersenjata berasal dari Kampung Weni dan Kampung Rumagi, Distrik Mageabume, Kabupaten Puncak yang merupakan daerah perbatasan dengan Distrik Yambi Kabupaten Puncak Jaya.

Komandan Korem 173/PVB, Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa saat dikonfirmasi via seluler mengakui turunnya kelompok bersenjata itu yang diawali pada tanggal 15 Maret lalu, Utaringen Talengen minta didampingi Pendeta Azakarias Tabuni untuk menemui Danramil Sinak Lettu Inf Isak Yusuf Roni.

Pada pertemuan inilah Utaringen  Talengen menyampaikan keinginannya untuk turun gunung  dan kembali ke NKRI dengan syarat adanya jaminan keamanan bagi dirinya dan ratusan simpatisan yang akan ikut bersamanya. Menjamin keamanan, Danramil Sinak pasang badan bersama aparat keamanan di Kabupaten Puncak.

Tak hanya langsung turun,  tanggal 20 Maret, Danramil Sinak memberikan pembinaan kepada Utaringen Talenggeng bersama lima orang anggota kelompok Gobanik Talenggen serta simpatisannya. Pembinaan dari Danramil Sinak itu ditemani langsung oleh Pdt Zakarias Tabuni.

“Mereka ini merasa kecewa dengan perlakuan dan sikap pimpinannya Lekagak T dan Gobanik T yang selama ini diikutinya, tapi tak pernah membantu dan memberikan apa-apa kepada yang bersangkutan dan simpatisannya. Juga mereka merasa sudah tidak sejalan lagi,” kata Danrem 173/PVB, Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa, Jumat (24/03/2017).

Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) yang dipimpin langsung Bupati Kabupaten Puncak Welem Wandik. Pemda nyatakan siap membangun Honai sehat kepada Utaringen Talengen dan kelompoknya.

Dikatakan Danrem, ratusan anggota kelompok bersenjata ini langsung diserhkan kepada pihak Pemda yang diterima oleh Bupati yang dihadiri oleh Asisten III, anggota DPRD Puncak, para kepala SKPD serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Pada saat penyerahan diri tersebut Bupati menyerahkan satu bendera Merah Putih sebagai simbol telah kembalinya mereka menjadi warga Kabupaten Puncak dalam bingkai NKRI,” dijelaskan Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa.

Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik serahkan bendera Merah Putih kepada Utaringen Talengen mantan kelompok bersenjata

Sementara untuk senjata, Danrem Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa mengaku sampai saat ini mereka belum menyerahkan, mereka hanya menyerahkan raga mereka untuk setia kepada NKRI. senjata belum diserahkan.

“Mereka belum mau serahkan senjata dengan alasan bila nantinya merasa terancam oleh Lekagak dan Gobanik Telenggen serta ada anggota keluarganya yang dibunuh akibat penyerahan diri ini, maka mereka akan membalas,” ujarnya.

Sampai saat ini, aparat keamanan terus berupaya berikan jaminan kemanan bagi 155 orang yang telah nyatakan setia kepada NKRI. Jaminan keamanan yang dimaksud agar tak ada gangguan dari kelompok bersenjata terhadap mereka dan keluarganya, seperti ancaman, maupun pembunuhan, karena 155 orang ini dianggap lari dari kelompok yang selama ini melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan TNI dan Polri.

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa

Komentar