23 Napi Solo Dipindah Ke Nusakambangan

38

SABTU, 18 MARET 2017

SOLO — Sebanyak 23 narapidana (napi) Rumah Tahanan Kelas 1 A, Kota Solo, Jawa Tengah, dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Puluhan napi yang dipindah itu sebagian besar merupakan tahanan kasus narkoba.

Proses pemindahan 23 Narapidana Rutan Solo ke Nusakambangan

Kepala Rutan Solo, Oga Geofanni Darmawan, mengatakan, dipindahnya 23 napi itu karena kondisi rutan sudah tidak mampu menampung tahanan alias overload. “Kita terlalu banyak menampung tahanan. Dari kapasitas rutan untuk 225 tahanan, jumlah napi yang ditampung mencapai 586 warga binaan,” ucapnya kepada awak media, di sela pemindahan, Jumat (17/3/2017), tengah malam.

Kondisi napi di Rutan Solo yang sangat banyak hingga dua kali lipat dari kapasitas, kata Oga, jika tidak segera dilakukan pemindahan justru akan menimbulkan masalah. Gesekan antar napi tak dapat dihindarkan, karena warga binaan yang ada dari berbagai kasus tindak pidana. “Karena itu, kita secara berangsur akan memindahkan ke Nusakambangan. Ini sekaligus untuk pencegahan,” tegasnya.

Kepala Rutan Solo, Oga Geofanni Darmawan,

Ke depan, pemindahan napi tersebut akan rutin dilakukan. Bahkan, dalam sehari, pemindahan napi dapat dilakukan 2-3 kali. Disebutkan, sebanyak 23 napi yang dipindah ke Nusakambangan itu di antaranya, 22 merupakan napi kasus narkoba, sedangkan 1 napi merupakan tahanan kasus pembunuhan. Pemindahan sendiri turut dikawal ketat oleh petugas Kepolisian Resort Kota Solo.

Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid

Komentar