3.500 KK Dapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

49

SENIN, 20 MARET 2017

JAYAPURA — Sebanyak 3.500 kepala keluarga (KK) masyarakat di Papua terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di tahun 2017 melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Provinsi Papua.

Malidikin Soltip

“Kasarnya untuk meningkatkan kualitas rumah di pesisir pantai Rp15 juta setiap KK, sedangkan untuk wilayah pegunungan Rp30 juta per KK,” kata Kepala SNVT Provinsi Papua, Malidikin Soltip di Kota Jayapura, Papua, Senin (20/3/2017).

Sebelum bantuan di tahun ini, pihaknya telah menyukseskan program tersebut di tahun lalu masing-masing di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Boven Digoel, Nabire, Biak dan Supiori sebanyak dua ribu rumah. Merehab, dilanjutkan Soltip, juga ada peningkatan kualitas maupun pembangunan rumah baru.

 “Di tahun ini, Kabupaten Nabire, Biak, Supiori, Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Tolikara, Deiyai, Merauke, Sarmi, Waropen, Yapen, Jayawijaya dan BSPS adalah beberapa kabupaten yang sudah jalan untuk verifikasi data penyusunan proposal. Kami usahakan di awal April semua sudah mulai,” tutur Soltip.

Selain dimulai harus dilakukan sosialisasi. Pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap fasilitator yang telah ditunjuk di daerah masing-masing. Tak hanya itu, pihaknya juga menggandeng pemerintah daerah setempat guna menjadi salah satu tim pengawas pengerjaan program bantuan tersebut.

“Untuk toko bangunan yang ada di daerah tersebut, nanti masyarakat yang memilih langsung toko bangunan tersebut sesuai jarak dan mobilisasi yang dekat dengan pengerjaan rumahnya,” ujarnya.

Dalam pengerjaan ini, pihaknya tak mengeluarkan satu sen pun membayar tukang maupun buruh bangunan yang dipekerjakan pemilik rumah. Hal tersebut telah disosialisasikan kepada kelompok masyarakat yang rumahnya akan direhab.

“Sebenarnya nanti masyarakat yang kerjakan rumahnya sendiri, makanya mereka nanti bentuk kelompok maksimal 20 orang,” katanya.

Kelompok-kelompok masyarakat itulah yang bekerja. Dikatakan Soltip, kelompok masyarakat ini nantinya menyusun jadwal kerja mereka. Misalnya, 6 hari kerjakan rumah pertama, terus berapa hari kerjakan rumah kedua dan seterusnya. “Hingga 20 rumah itu ditangani tuntas. Jadi konsepnya gotong royong juga,” kata Soltip.

Sementara, F. Zendrato, selaku Direktur Utama Bank Papua, menuturkan, mekanisme penyaluran BSPS tersebut dalam bentuk material bangunan yang disetujui tim SNVT sebagai pendamping masyarakat penerima bantuan. Kerja sama ini telah dilakukan sejak tanda tangan kerja sama Jumat (17/3/2017) kemarin. “Nantinya, penerima bantuan mengambil bahan bangunan yang diperlukan di toko bahan bangunan,” kata Zendrato.

Sekadar diketahui, jenis penanganan dan besaran bantuan terdiri dari empat poin, yakni pembangunan rumah baru di lahan kosong sebesar Rp30 juta, pembangunan rumah pengganti rumah rusak total sebesar Rp20 juta, peningkatan kualitas rumah rusak berat Rp15 juta dan peningkatan kualitas rumah rusak ringan sebesar Rp10 juta.

Rumah di Papua yang mendapatkan bantuan.

Dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan prakarsa Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam pembangunan peningkatan kualitas beserta prasarana, sarana, dan fasilitas umum (PSU) sehingga menjadikan perumahan yang sehat, aman, serasi, teratur serta berkelanjutan.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta

Komentar